PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang dan Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung resmi menjalin kerja sama. Keduanya menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) atau nota kesepahaman dalam kegiatan bertema “Peran Penyuluh Agama Islam dalam Peningkatan Literasi Keuangan Syariah” di Auditorium PLHUT Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Kamis (14/08/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh para penyuluh agama Islam se-Kota Pangkalpinang ini bertujuan untuk memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan dalam menyebarkan pemahaman ekonomi syariah di masyarakat. Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, S.Ag., M.H., yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi kegiatan ini dan menekankan pentingnya peran penyuluh.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para penyuluh dalam menjalankan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat,” ujar H. Firmantasi.
Ia menambahkan bahwa di era kemajuan teknologi saat ini, penyuluh dituntut untuk arif dan bijaksana dalam mengatur keuangan secara syariah. “Dengan adanya Asta Protas Kemenag yang salah satunya menumbuhkan ekonomi umat, maka kegiatan ini sangat relevan,” imbuhnya.
Ia berharap ilmu yang diberikan dapat diimplementasikan di masyarakat, dan sinergi antara Kemenag Pangkalpinang dan IAIN SAS Babel dapat terus berlanjut.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Hadarah, M.Ag., mengatakan bahwa seorang penyuluh adalah agen perubahan. “Segala tindakan dan ucapan penyuluh akan menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti tingginya angka perceraian yang salah satunya disebabkan oleh masalah finansial. Untuk itu, Prof. Hadarah menekankan pentingnya peran penyuluh dalam melakukan bimbingan pranikah, terutama tentang manajemen keuangan.
“Sebagai pejabat fungsional, kita harus terus mengembangkan diri melalui literasi, baik dari media sosial maupun media lainnya, agar bisa dikenal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan tiga narasumber. Dr. Wulpiah, M.Ag., memaparkan materi tentang peran penyuluh agama dalam peningkatan literasi keuangan syariah. Selanjutnya, Dr. Tinggal Purwanto, M.S.I., membahas tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia. Terakhir, Dr. Ahmad Fadholi, M.S.I., menjelaskan tentang literasi keuangan syariah sebagai landasan keagamaan di era digital. (M3L)












