PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui terus berkomitmen dalam mengedukasi generasi muda melalui penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Perhelatan yang berlangsung pada Selasa (10/03) ini menjadi langkah konkret dalam membekali remaja mengenai kesiapan mental, spiritual, dan kesehatan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program unggulan “The MOST KUA”, sebuah inisiatif inovatif yang dirancang untuk mentransformasi KUA menjadi lembaga yang lebih modern, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam aspek literasi keluarga sakinah.
Acara yang dipusatkan di aula pertemuan KUA Rangkui ini menghadirkan Narasumber utama, Ustazah Marwati. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya manajemen emosi dan pemahaman hak serta kewajiban dalam rumah tangga sejak dini. Menurutnya, pondasi keluarga yang kokoh bermula dari kedewasaan berpikir para calon pengantin.
Hadir mendampingi narasumber, Plt. Kepala KUA Rangkui, Makmur Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan BRUN bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya preventif dalam menekan angka perceraian dan pernikahan dini di wilayah tersebut.
“Kami ingin para remaja di Kecamatan Rangkui memiliki pandangan yang komprehensif. Menikah bukan hanya soal resepsi, tapi soal kesiapan lahir dan batin untuk membangun peradaban kecil yang berkualitas,” ujar Makmur Hidayat di sela-sela kegiatan.
Kehadiran para Penyuluh Agama KUA Rangkui turut memberikan warna dalam sesi diskusi interaktif. Tim penyuluh yang terdiri dari: Ustazah Muthmainnah, Ustazah Ria Kesumajaya, dan Ustaz Syarif Hidayat.
Secara aktif memberikan pendampingan dan membuka ruang konsultasi bagi para peserta. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan setiap pesan edukasi tersampaikan dengan pendekatan yang humanis dan religius, sesuai dengan dinamika problematika remaja saat ini.
Melalui program The MOST KUA, KUA Rangkui berharap kegiatan BRUN ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara emosional dalam menghadapi tantangan zaman. (Imelda)













