Peringati Maulid Nabi, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Seribu Pintu Seribu Dulang di Tuatunu

oleh -618 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Festival Ngan mknggung bertajuk Seribu Pintu Seribu Dulang dalam rangka memperingati Hari Besar Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Tuatunu Indah, Pangkalpinang.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Tuatunu ini menghimpun partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.

banner 336x280

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya berpusat di satu lokasi masjid, festival tahun ini menyatukan potensi dari 40 masjid di wilayah Tuatunu, dengan tiga masjid utama sebagai penopang, yakni Masjid Al-Ikhlas, Masjid Al-Muhajirin, dan Masjid Al-Aqsha.

 

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyampaikan bahwa tema Seribu Pintu Seribu Dulang merefleksikan penguatan gotong royong, sinergitas, serta pererat tali silaturahmi (ukhuwah) antarwarga.

 

“Tema ini menggambarkan gotong royong dan sinergitas masyarakat. Kami berharap momentum ini membawa keberkahan, memperkuat kerukunan, serta mendorong peningkatan ekonomi menuju masyarakat Pangkalpinang yang sejahtera,” ujar Prof. Saparudin.

 

Guna menjaga kelestarian tradisi nganggung agar tidak tergerus oleh kepraktisan zaman seperti penggantian dulang menggunakan nasi kotak Wali Kota mendorong penyusunan literasi kebudayaan lokal. Pihaknya telah meminta para tokoh adat dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Tuatunu untuk menyusun buku khusus mengenai dokumentasi dan tata cara tradisi nganggung. Buku tersebut direncanakan rilis pada tahun mendatang sebagai panduan pelaksanaan budaya nganggung yang otentik.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, menjelaskan bahwa konotasi “seribu” pada tema festival menggambarkan partisipasi luas dari masyarakat. Berdasarkan pendataan di lapangan, jumlah dulang yang terkumpul melampaui target awal, yakni mencapai lebih dari 1.200 dulang.

 

Yan Rizana menegaskan bahwa tradisi nganggung telah memiliki ketetapan hukum terkait pelestariannya.

 

“Tradisi nganggung ini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2014. Secara status perlindungan kebudayaan, tradisi ini sudah terdaftar dan diakui,” tegas Yan Rizana.

 

Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan Festival Nganggung di Tuatunu sebagai agenda pariwisata tahunan resmi. Ke depan, Pemkot Pangkalpinang berencana mengusulkan event ini ke Kementerian Pariwisata agar masuk dalam jajaran agenda pariwisata nasional bersanding dengan destinasi Pantai Pasir Padi, serta membuka peluang integrasi perayaan serupa dengan daerah-daerah lain di sekitarnya. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.