BANGKA, BERITA-FAKTA.COM — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka bakal menggelar aksi penghijauan bertajuk “Kebun Buah SMSI Bangka” dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September mendatang.
Bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cerucuk Baturusa, kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon buah produktif ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, pukul 10.00 WIB di Desa Bulan Ijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Penanaman dipusatkan di atas lahan seluas 24.000 meter persegi (2,4 hektar) milik keluarga Sekretaris SMSI Bangka yang difungsikan untuk dikembangkan menjadi kawasan kebun buah produktif.
Ketua SMSI Kabupaten Bangka, Ahmad Wahyudi, menyampaikan bahwa program ini dicanangkan sebagai langkah nyata organisasi media dalam mendukung pemulihan lingkungan sekaligus mendorong potensi ekonomi kemasyarakatan di sektor hortikultura.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan Hari Tani Nasional, tetapi juga bentuk komitmen SMSI Bangka dalam mengembalikan gairah Bangka Belitung sebagai wilayah produsen buah-buahan yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Ahmad Wahyudi dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Ahmad menambahkan, aksi kepedulian lingkungan ini bukan kali pertama digelar oleh SMSI Bangka. Pada tahun sebelumnya, SMSI Bangka juga memprakarsai aksi bersih pantai dan penanaman pohon penghijauan di kawasan Pantai Pulau Tiga, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip.
“Melalui kolaborasi dengan BPDAS Cerucuk Baturusa, kami berharap lahan seluas 2,4 hektar ini dapat menjadi sentra penyedia buah-buahan berkualitas di Kabupaten Bangka. Selain fungsi ekologis seperti penyediaan udara bersih dan pemulihan vegetasi, program ini diharapkan memberi dampak ekonomis yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Sektor lingkungan di Bangka Belitung belakangan menjadi perhatian nasional seiring luasnya tutupan lahan yang terdampak aktivitas penambangan. Melalui aksi konkrit penanaman pohon produktif ini, SMSI Bangka ingin menunjukkan peran aktif insan pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi publik melalui media daring, melainkan juga berpartisipasi langsung dalam aksi pemulihan ekosistem daerah. (4WD)









