Penyuluh KUA Rangkui Ajarkan Tata Cara Mandikan Jenazah di SDN 11 Pangkalpinang

oleh -613 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Nuansa religius menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Pangkalpinang pada Rabu dan Kamis, 11-12 Maret 2026. Dalam rangka mengisi agenda Pesantren Kilat di bulan Ramadan yang penuh berkah, pihak sekolah menghadirkan narasumber kompeten dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui untuk memberikan pembekalan ruhani serta keterampilan praktis ibadah kepada para siswa.

 

banner 336x280

Hadir sebagai pemateri utama, Dwiyana Ocviyanti, yang merupakan Penyuluh Agama Islam fungsional pada Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang. Dalam sesi yang berlangsung khidmat tersebut, Ustazah Dwiyana memberikan pemaparan mendalam mengenai materi yang jarang disentuh namun krusial dalam syariat Islam, yakni prosesi perawatan jenazah (Tajhiz Al-Janazah), khususnya pada tahapan memandikan.

 

Pemilihan materi memandikan jenazah ini bukan tanpa alasan. Menurut Dwiyana, edukasi mengenai fardu kifayah ini penting diberikan sejak dini agar anak-anak memahami bahwa kematian adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan adab dan tata cara yang benar sesuai tuntunan syariat.

 

“Tujuan kita bukan hanya sekadar memberikan teori, tetapi menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial-religius. Anak-anak perlu tahu bahwa menghormati sesama manusia tidak hanya dilakukan saat hidup, tetapi juga saat mereka telah tiada melalui pengurusan jenazah yang sempurna,” ujar Dwiyana di sela-sela kegiatannya.

 

Agar materi yang cukup berat ini dapat diterima dengan baik oleh siswa sekolah dasar, Dwiyana menggunakan metode ceramah interaktif yang dipadukan dengan simulasi langsung. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam laporannya meliputi:

– Persiapan Alat dan Bahan: Mengenalkan penggunaan air bersih, sabun, air kapur barus, hingga daun bidara yang disunnahkan.

– Etika dan Privasi: Menjelaskan pentingnya menjaga aurat jenazah dan menjaga kerahasiaan (aib) fisik jenazah yang dimandikan.

– Urutan Memandikan: Mempraktikkan cara membersihkan kotoran dari dalam tubuh, mendahulukan anggota wudu, hingga menyiram seluruh tubuh dengan hitungan ganjil.

 

Para siswa tampak antusias sekaligus terpaku saat memperhatikan setiap gerakan simulasi. Interaksi dua arah terjadi saat beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai siapa saja yang berhak memandikan jenazah jika yang meninggal adalah anggota keluarga terdekat.

 

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari jajaran pendidik SDN 11 Pangkalpinang. Pesantren Kilat ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum transformasi karakter bagi siswa agar lebih mencintai ajaran Islam dan siap terjun di masyarakat di masa depan.

 

Kehadiran Penyuluh Agama dari KUA Rangkui ini merupakan wujud sinergitas antara Kementerian Agama Kota Pangkalpinang dengan instansi pendidikan dalam memperkuat fondasi moral dan keagamaan generasi muda di Kota Beribu Senyuman. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.