JAKARTA, BERITA-FAKTA.COM — Langkah konkret untuk mendongkrak kualitas dan standar pendidikan di Kepulauan Bangka Belitung terus dipacu. Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang yang juga menjabat Sekretaris BAN-PDM Provinsi Kepulauan Babel, Roswita, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) I BSANP dan BAN-PDM Tahun 2026 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, 10–12 Agustus 2026.
Hadir bersama Ketua BAN-PDM Babel H. Sarbini dan staf data Dhita Tri Septia, kehadiran perwakilan Bangka Belitung ini menjadi sinyal kuat komitmen daerah dalam mengawal arah baru akreditasi nasional.
Kegiatan strategis yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, ini mengusung tema “Memperkuat Implementasi Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan untuk Membangun Budaya Mutu Berkelanjutan.” Forum nasional ini menjadi ajang krusial untuk memperkuat sinergi lintas lembaga dengan menyatukan persepsi pengurus BAN-PDM se-Indonesia bersama jajaran petinggi pendidikan nasional, seperti Ketua BKPDM Prof. Dr. Toni Toharudin dan Ketua BSANP Dr. Waras Kamdi.
Lebih dari sekadar ajang konsolidasi, Rakornas ini mendorong akselerasi budaya mutu agar proses akreditasi sekolah dan madrasah tidak lagi dipandang sebagai formalitas penilaian di atas kertas, melainkan evaluasi berdampak. Sekaligus, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas daerah dalam hal tata kelola administrasi, koordinasi, dan kesiapan sistem aplikasi akreditasi di tingkat provinsi.
Bagi Roswita, keterlibatannya dalam forum nasional ini memiliki peran ganda yang sangat vital. Selain menjalankan fungsi pengawasan PAI di Kemenag Pangkalpinang, ia membawa misi besar untuk memastikan satuan pendidikan di Babel mampu memenuhi standar mutu nasional secara objektif dan profesional.
“Melalui koordinasi yang makin solid, akreditasi diharapkan tidak lagi dipandang sebagai rutinitas administratif semata, tetapi menjadi motor penggerak utama dalam membangun budaya mutu pendidikan yang berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Roswita pada Selasa (11/08).
Forum yang berlangsung selama tiga hari ini diproyeksikan melahirkan peta jalan (roadmap) baru untuk mewujudkan sistem akreditasi nasional yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik di seluruh pelosok negeri. (Imelda)










