Pengawas Madrasah Kemenag Pangkalpinang Dorong Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di MA Nu Ta’limul Muta’allim

oleh -74 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM – Dalam upaya mentransformasi ekosistem pendidikan madrasah yang lebih beradab dan bermakna, Madrasah Aliyah (MA) Nu Ta’limul Muta’allim menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (29-30 April 2026), ini menghadirkan pakar kependidikan sekaligus Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Advis.

 

banner 336x280

Bertempat di aula Pondok Pesantren (Ponpes) MA Nu Ta’limul Muta’allim, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan metodologi pengajaran yang tidak hanya menyasar aspek kognitif, tetapi juga menyentuh relasi spiritual dan emosional antara guru dan santri.

 

Dalam paparannya, Advis yang juga menjabat sebagai Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, menekankan bahwa “Cinta” dalam konteks kurikulum bukanlah sekadar afeksi, melainkan sebuah komitmen profesional pendidik untuk memahami keunikan setiap individu siswa.

 

“Kurikulum Berbasis Cinta adalah fondasi di mana setiap instruksi dijalankan dengan rasa hormat, empati, dan ketulusan. Ketika santri merasa dicintai dan dihargai, hambatan psikologis dalam belajar akan runtuh, sehingga Deep Learning atau pembelajaran mendalam dapat terjadi secara alami,” ujar Advis di hadapan puluhan tenaga pendidik.

 

Ia menambahkan bahwa pembelajaran mendalam menuntut siswa untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan mampu mengaitkan materi pelajaran dengan fenomena nyata di kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menghafal teks demi nilai ujian.

 

Kepala MA Nu Ta’limul Muta’allim, Ahmad Arizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah progresif madrasah untuk menjawab tantangan zaman. Ia berharap para guru dapat mengadopsi prinsip-prinsip pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada santri.

 

“Kami ingin menciptakan suasana belajar di mana santri merasa rindu untuk masuk kelas. Kehadiran Bapak Advis sebagai narasumber memberikan perspektif baru tentang bagaimana mengelola kelas dengan pendekatan yang lebih humanis namun tetap berbobot secara akademis,” tutur Ahmad.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Pengawas Madrasah, Suparto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyelenggaraan workshop ini. Kehadiran perwakilan lintas wilayah ini sekaligus menjadi ajang sinergi antarlembaga di bawah naungan Kemenag dalam menyelaraskan visi pendidikan madrasah yang unggul dan moderat.

 

Melalui kegiatan ini, MA Nu Ta’limul Muta’allim diharapkan dapat menjadi pelopor bagi madrasah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menerapkan lingkungan belajar yang kondusif, di mana kecerdasan intelektual dan kehalusan budi pekerti tumbuh secara berdampingan. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.