PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pengawas Madya Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Dr. Kartika Sari, M.Pd.I., menjadi narasumber dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) di MIN 2 Pangkalpinang pada Kamis (18/09/2025). Didampingi oleh Pengawas Madrasah, Hj. Rohani, M.Pd., Kartika menyampaikan materi bertajuk “Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”.
Dalam paparannya, Kartika menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukanlah pengganti kurikulum nasional yang sudah ada, melainkan berfungsi sebagai jiwa atau fondasi yang mendalam bagi seluruh proses pendidikan. Kurikulum ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian pada aspek sosial dan emosional dalam pendidikan.
“Apapun Kurikulumnya, Tetap Guru Yang Menentukan Maknanya,” ujar Kartika, mengutip sebuah inspirasi untuk para guru. Ia menambahkan bahwa keberhasilan belajar sering kali lahir dari perasaan aman, dihargai, dan dicintai oleh guru.
Lebih lanjut, materi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ini diimplementasikan sebagai insersi ke dalam kurikulum yang berlaku, bukan sebagai substitusi atau pengganti. Implementasinya dilakukan melalui penguatan nilai-nilai dalam mata pelajaran yang sudah ada di madrasah, terutama mata pelajaran Pendidikan Agama seperti Alqur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Materi pokok dalam KBC dibagi menjadi beberapa tema, di antaranya:
* *Cinta kepada Allah (Hubbullah)*: Tujuannya adalah menumbuhkan cinta mendalam kepada Allah SWT. sebagai Pencipta dan Pemelihara.
* *Cinta kepada Rasulullah saw. (Hubburrasul)*: Tujuannya adalah meneladani akhlak mulia Rasulullah sebagai teladan cinta kasih.
* *Cinta kepada Diri Sendiri (Hubbunnafs)*: Tujuannya adalah membentuk karakter dengan membiasakan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela.
* *Cinta kepada Sesama (Hubbunnaas)*: Tujuannya adalah menanamkan empati dan toleransi terhadap sesama, baik kepada orang tua, guru, teman, maupun sesama umat beragama.
* *Cinta kepada Lingkungan (Hubbulbiah)*: Tujuannya adalah menanamkan kesadaran untuk menjaga alam dan lingkungan sebagai amanah dari Allah SWT.
* *Cinta kepada Bangsa dan Negara (Hubbul Wathan Wal Bilad)*: Tujuannya adalah menumbuhkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
Dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan dapat lahir insan yang humanis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupannya. (M3L)











