PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Guna memastikan seluruh peserta didik mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Suarni, turun langsung melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan pendidikan inklusif di madrasah binaan, Selasa (18/08).
Tak hanya mengawal program inklusi, kunjungan kerja yang terpusat di Madrasah Aliyah (MA) Darussalam ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi penilain kinerja melalui aplikasi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM).
Langkah proaktif ini disambut hangat oleh pihak pengelola lembaga. Kepala MA Darussalam, Siti Rofi’ah, bersama Ketua Yayasan, Advis, mendampingi langsung seluruh rangkaian kegiatan pemantauan hingga sosialisasi aplikasi digital tersebut.
Dalam arahannya, Suarni menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah ramah anak dan ramah disabilitas. Menurutnya, pendidikan inklusif bukan sekadar program formalitas, melainkan bentuk pelayanan prima agar setiap anak memiliki kesempatan belajar yang sama.
“Madrasah harus menjadi tempat yang ramah, aman, dan terbuka bagi semua anak dengan berbagai latar belakang kemampuan. Pendampingan ini dilakukan agar pemenuhan sarana, metode pembelajaran, hingga kesiapan tenaga pendidik dalam mengelola kelas inklusif dapat berjalan optimal,” ujar Suarni.
Selain fokus pada pengembangan pendidikan inklusif, Suarni juga memaparkan teknis penggunaan aplikasi PKKM. Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta efisiensi dalam mengukur mutu kepemimpinan dan manajerial kepala madrasah secara berkala.
Sementara itu, Kepala MA Darussalam, Siti Rofi’ah, mengapresiasi perhatian dan arahan yang diberikan oleh Pengawas Kankemenag Pangkalpinang. Ia menilai, pendampingan ini menjadi pelecut semangat bagi pihak sekolah untuk terus membenahi kualitas layanan pendidikan.
“Kehadiran Bu Suarni memberikan penguatan luar biasa bagi kami. Arahan terkait pendidikan inklusif dan sosialisasi aplikasi PKKM ini sangat membantu MA Darussalam dalam berbenah, baik dari sisi tata kelola manajemen maupun peningkatan mutu pembelajaran,” ungkap Siti Rofi’ah.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Yayasan, Advis. Pihak yayasan berkomitmen untuk terus menyokong sarana dan prasarana yang dibutuhkan madrasah guna mendukung keberhasilan program pendidikan inklusif serta digitalisasi manajemen di MA Darussalam. (Imelda)









