PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk mengembalikan masa kejayaan organisasi dan membentengi umat dari gempuran aliran-aliran baru. Hal itu mengemuka dalam Kunjungan Silaturahmi dan Lailatul Ijtima bersama Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Girimaya di Majelis At Tarim, Kelurahan Bukit Besar, Pangkalpinang, Sabtu (19/9/2026).
Langkah konsolidasi yang dipimpin langsung Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, bersama jajaran PCNU dan Rais Syuriyah MWC NU Girimaya Ustadz Nurhasan tersebut menjadi panggung pembuktian kebangkitan jam’iyah di tingkat akar rumput.
Rais Syuriyah MWC NU Girimaya, Ustadz Nurhasan, membakar semangat jajarannya dengan melaporkan bahwa pembentukan kepengurusan Ranting NU di lima kelurahan se-Kecamatan Girimaya kini telah tuntas 100 persen dan tinggal menunggu instruksi pelantikan resmi dari PCNU.
“Berkhidmat di NU adalah pilihan sadar untuk menjaga amaliyah warga dari serbuan kelompok yang gemar mengklaim paling benar. Amaliyah NU sejatinya sudah hidup sehari-hari di masyarakat. Tugas kita di kepengurusan adalah membingkainya agar lebih bermakna dan bernilai khidmah kepada para kyai,” ujar Nurhasan.
Upaya membangkitkan marwah NU di Bumi Serumpun Sebalai juga ditegaskan Wakil Rais Syuriyah PCNU Pangkalpinang, H. Ahmad Shofa. Ia menyinggung kejayaan masa lalu ketika gerak NU, Ansor, dan Banser bergema megah di era awal 2000-an di bawah dukungan Wali Kota H. Sofyan Rebuin melalui tradisi istighotsah dari masjid ke masjid.
“Kita tidak boleh hanya bernostalgia. NU Pangkalpinang harus bangun, rapatkan barisan, dan hidupkan kembali kegiatan rutin. Marwah NU di Bangka Belitung wajib kita rebut kembali agar makin eksis dan disegani,” tegas Ahmad Shofa.
Menjawab tantangan zaman, Ketua PCNU Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, menegaskan bahwa kepengurusan periode ini tidak main-main dalam membangun benteng ideologi. Ia mengumumkan rencana digelarnya Pendidikan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU) dalam waktu dekat sebagai ajang penggemblengan terstruktur.
“Kita akan cetak kader yang militan, paham ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), serta memiliki kapasitas kepemimpinan dan loyalitas tanpa kompromi. Para muassis mendirikan NU dengan tirakat dan darah perjuangan demi keselamatan negeri. Hari ini, lewat organisasi, kita kunci manhaj dan firqah kita agar tidak goyah,” tegas Firmantasi.
Ia menambahkan, ketahanan Indonesia sebagai negara multikultural yang tetap damai tidak lepas dari peran mayoritas umat yang memegang teguh ajaran Aswaja An-Nahdliyah. Oleh karena itu, konsolidasi organisasi hingga tingkat kelurahan menjadi harga mati.
Kegiatan yang dibuka secara khusyuk lewat tradisi Mahallul Qiyam tersebut juga ditandai dengan penyerahan bantuan perangkat sound system dari PCNU Pangkalpinang kepada MWC NU Girimaya guna memperkuat operasional dakwah dan konsolidasi di tingkat basis. (Gema)










