PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Dalam upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan dasar di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Suarni, menerjunkan keahliannya sebagai tim asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar menengah (BAN PDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menyelesaikan maraton visitasi akreditasi di tiga Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di dua kabupaten sepanjang September 2026.
Rangkaian potret evaluasi dan verifikasi faktual lapangan ini dilaksanakan secara intensif guna memastikan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada tiap satuan pendidikan yang dikunjungi.
Dalam tugas keasesoran tersebut, Suarni beserta tim asesor mendatangi tiga lokasi sekolah prioritas dengan jadwal yang padat. Perjalanan evaluasi diawali di SDN 09 Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah pada 8–9 September 2026 untuk mengukur kelayakan sarana serta iklim pembelajaran di kelas. Tim kemudian melanjutkan visitasi ke SDN 12 Simpang Katis pada 10–11 September 2026 guna mengevaluasi kinerja manajerial sekolah dan capaian kompetensi siswa. Menutup rangkaian tugasnya, pada 16–17 September 2026, tim bergeser ke Kabupaten Bangka untuk menyambangi SD IT Darul Qur’an Sungailiat guna memotret keselarasan kurikulum berbasis karakter dan Al-Qur’an dengan standar mutu nasional.
Selama proses visitasi di setiap sekolah, tim asesor tidak sekadar terpaku pada pemeriksaan berkas administrasi semata. Tim menerapkan pendekatan holistik dengan menggelar wawancara mendalam bersama kepala sekolah, guru, komite, hingga perwakilan orang tua guna mengukur transparansi tata kelola. Selain itu, observasi langsung di dalam kelas dilakukan untuk memotret interaksi belajar-mengajar yang interaktif, yang dipadukan dengan inspeksi fisik ke berbagai sarana prasarana seperti perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas sanitasi sekolah.
Pengawas Madrasah Kemenag Kota Pangkalpinang sekaligus Asesor BAN PDM, Suarni, menegaskan bahwa proses akreditasi ini bukan sekadar rutinitas administratif formalitas, melainkan cermin objektif atas kinerja dan mutu sekolah secara nyata.
“Visitasi ini bertujuan untuk memotret kondisi riil di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pendidikan yang berlangsung di sekolah—mulai dari manajemen, pola mengajar guru, hingga pemanfaatan sarana prasarana—benar-benar berdampak positif bagi tumbuh kembang dan capaian prestasi siswa,” ujar Suarni via WhatsApp pada Jumat (18/09).
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pengawas Kementerian Agama dalam kepengurusan asesor BAN PDM menunjukkan wujud nyata sinergi antarlembaga dalam mengawal mutu pendidikan di Babel. “Kami berharap rekomendasi dari hasil visitasi ini dapat ditindaklanjuti secara berkesinambungan oleh pihak sekolah dan dinas terkait, sehingga budaya mutu dapat terus bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Langkah aktif Pengawas Kemenag Kota Pangkalpinang dalam tim asesor BAN PDM ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dan lembaga demi mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Bangka Belitung. Hasil dari visitasi ini nantinya akan diolah melalui rapat pleno BAN PDM untuk menentukan status dan peringkat akreditasi masing-masing sekolah.
Rangkaian asesmen ini diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas penilaian berkala, melainkan menjadi pijakan evaluasi diri bagi sekolah dalam memetakan kekuatan serta area perbaikan menuju tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing. (Imelda)









