Panggung Sandiwara Politik: Manis, Pahit, dan Durian Runtuh Pilkada Ulang 2025

oleh -269 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh: AHMAD WAHYUDI, Wartawan Madya / Sekretaris Aliansi Wartawan Muda Babel

 

banner 336x280

PANGKALPINANG,BERITA-FAKTA.COM – Tirai panggung perpolitikan jelang Pilkada ulang 2025 di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka telah tersingkap, menyajikan lakon yang sarat tangis dan tawa, sebuah orkestrasi para elit yang berpacu merebut mahkota kekuasaan.

 

Gelombang manuver bak penari di atas bara terus mengepung para bakal calon, menganyam jaring-jaring simpati untuk memikat hati para pemilik suara sah. Dari sanalah, bunga-bunga kesepakatan mekar, membentuk pasangan yang direstui jemari-jemari sakti para petinggi partai.Senyum merekah bak mentari pagi terpancar di wajah-wajah para calon wali kota, wakil wali kota, bupati, dan wakil bupati.

 

Perjuangan mereka, yang menjelajah rimba lobi hingga berhari-hari menjelajah ibu kota, akhirnya berbuah manis. Restu para pemilik partai telah digenggam, tiket emas menuju tahapan selanjutnya Pilkada ulang pun kini dalam genggaman. Namun, di balik semarak pesta itu, tersembunyi bayangan-bayangan sendu bagi mereka yang telah berlayar, namun kapalnya karam.

 

Ironi takdir mengiringi langkah Ustadz Dede Purnama. Semula punggawa PPP, kini ia harus menyeberang, mengarungi bahtera Pilkada 2025 bersama NasDem dan Golkar, mengusung pasangan “Basid Cinda dan Dede Purnama”. Mereka muncul bagai fatamorgana, di luar dugaan dan jangkauan para pemilik partai di tingkat kabupaten/kota di Babel.

 

Nasib serupa bagai belati yang menikam juga menimpa Zeki Yamani, kader sejati Partai Demokrat. Sosok yang telah menumpahkan keringat dan darah membesarkan partai berlambang Mercy ini di Pangkalpinang, bahkan menduduki kursi DPRD beberapa periode, justru tak mendapat restu. Seolah angin berbalik arah, Demokrat malah memberikan payung teduh kepada lawan koalisi.

 

Sungguh politik adalah seni kebohongan, ketika Zeki Yamani bersama Maulan Aklil (Molen) justru didukung penuh dan berdiri sendiri oleh Gerindra, partai berlambang garuda yang kini dipimpin Presiden Prabowo.

 

Gejolak bagaikan api dalam sekam tak hanya melanda Pangkalpinang. Di Kabupaten Bangka, riak-riak ketidakpuasan menyeruak dari Partai PAN. Kabar berhembus, kursi ketua lama telah tergusur karena menolak mendukung pasangan Naziarto dan Usnen. Badai rekomendasi BK 1 KWK yang diumumkan sebelum internal partai tahu, bagaikan petir di siang bolong, makin memperkeruh suasana.

 

Namun, di tengah simfoni duka dan lara ini, terselip melodi kebahagiaan bagi mereka yang mendapatkan Durian Runtuh. Aksan Firmansyah, dari PKS, yang semula anggota DPRD Babel, kini melenggang bebas bersama Rustam Jasli ke Pilkada ulang Bangka. Otomatis, kursi empuknya di DPRD akan diisi oleh dr. Zahril, sosok proaktif di media sosial, yang namanya melambung tinggi dari PKS.

 

Tak hanya itu, rezeki tak terduga juga menghampiri Rustam Mataris yang meraih suara terbanyak kedua di Pemilu 2024. Ia akan menggantikan Zeki Yamani di DPRD Babel, seolah mendapatkan warisan tak terduga. Dan terakhir, kabar gembira bagaikan kembang api di malam hari datang dari Pangkalpinang, Desi Ayutrisna, yang maju bersama Prof. Udin dengan PDIP, harus ikhlas melepaskan pin emas DPRD-nya kepada Yuri Sugali, sang pemilik suara terbanyak kedua.

 

Inilah potret telanjang perpolitikan kita, gelora ambisi, intrik persaingan, dan takdir yang tak terduga. Semua berkelindan dalam satu panggung, mempertontonkan drama Pilkada ulang yang tak henti-hentinya memukau dan menguras emosi. Akankah roda nasib terus berputar membawa kejutan lain di Pilkada ulang ini? Hanya waktu yang akan membisikkan jawabannya. (***)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.