PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memacu standar tata kelola birokrasi di jajarannya. Melalui Tim Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), Kanwil Kemenag Babel resmi menggelar kegiatan Klinik Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang dihelat secara virtual melalui Zoom Meeting ini merupakan bagian krusial dari proyek sistemik bernama Program Ortala Setempoh (Sinergi Tata Kelola, Mentoring Penguatan Organisasi Handal).
Agenda ini menjadi magnet bagi lini bawah instansi, dengan dihadiri oleh seluruh punggawa Tim SPIP dari berbagai satuan kerja (satker), mulai dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Provinsi Bangka Belitung.
Anggota Tim Ortala Kanwil Kemenag Babel, Handi Permana Purba, dalam arahannya menekankan bahwa klinik ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen ukur untuk melihat sejauh mana efektivitas laporan keuangan dan manajemen risiko indeks di setiap satker berjalan.
Lewat intervensi program ini, Kanwil Kemenag Babel memasang target tinggi namun terukur bagi performa birokrasi mereka.
“Melalui penguatan yang terstruktur dalam kegiatan ini, kami menargetkan dan berharap setiap satuan kerja di bawah naungan Kanwil Kemenag Babel mampu memperoleh nilai maturitas SPIP minimal berada di level 3 dari skala 5,” tegas Handi.
Untuk mencapai target tersebut, para peserta dibimbing secara intensif dalam pengisian kertas kerja SPIP. Handi menambahkan, tertibnya pengisian kertas kerja ini menjadi langkah preventif sekaligus persiapan matang agar seluruh satker selalu dalam kondisi siap tempur, terutama ketika nantinya ditunjuk menjadi sampel uji petik (sampling) oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag RI.
Secara makro, pelaksanaan Klinik Maturitas SPIP ini mengusung misi besar untuk menciptakan ekosistem birokrasi yang bersih dan akuntabel di lingkungan Kementerian Agama.
Melalui forum ini, seluruh satuan kerja diarahkan untuk mampu memetakan pengawasan aset negara secara presisi sekaligus menjamin keandalan dan validitas dalam setiap pelaporan keuangan.
Dengan sistem pengawasan dan pelaporan yang kuat tersebut, program ini diharapkan dapat menjadi benteng utama dalam memperkuat upaya pencegahan tindakan korupsi di seluruh lini lingkungan kerja.
Hadirnya Program Ortala Setempoh ini menandai langkah progresif Kanwil Kemenag Babel dalam memberikan mentoring yang berkelanjutan.
Upaya kolektif ini diharapkan mampu mengikis sekat-sekat kendala birokrasi, sekaligus mengukuhkan komitmen instansi dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang andal, transparan, dan berintegritas tinggi di Bumi Serumpun Sebalai. (Gema)











