PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan evaluasi akhir jenjang pendidikan dasar, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) Kota Pangkalpinang menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kisi-kisi Soal Kelas VI Assessment Madrasah (AM). Kegiatan yang menitikberatkan pada standarisasi mutu soal ini dilaksanakan di Aula MIN 1 Pangkalpinang pada Jumat (06/02).
Hadir sebagai narasumber utama, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Kartika Sari, memberikan pengarahan teknis sekaligus pendampingan langsung kepada para guru kelas VI dan penyusun soal dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah di lingkungan Kota Pangkalpinang.
Dalam paparannya, Kartika Sari menekankan bahwa penyusunan kisi-kisi merupakan fondasi krusial dalam menciptakan instrumen evaluasi yang valid dan reliabel. Menurutnya, Asesmen Madrasah bukan sekadar rutinitas akhir tahun, melainkan potret nyata keberhasilan kurikulum yang diterapkan di satuan pendidikan.
“Kisi-kisi adalah peta jalan bagi penyusun soal. Tanpa kisi-kisi yang terstruktur, kita berisiko menghasilkan soal yang tidak terukur atau bahkan keluar dari konteks kompetensi dasar yang seharusnya dicapai siswa,” ujar Kartika di hadapan puluhan peserta workshop.
Beliau juga membedah secara mendalam mengenai:
– Analisis Kompetensi Dasar (KD): Menentukan materi esensial yang wajib diujikan.
– Level Kognitif: Memastikan adanya keseimbangan antara soal bersifat LOTS (Low Order Thinking Skills) hingga HOTS (High Order Thinking Skills).
-Kesesuaian Indikator: Menyelaraskan stimulus soal dengan kondisi riil perkembangan kognitif siswa kelas VI.
Ketua K3MI Kota Pangkalpinang menjelaskan bahwa workshop ini sengaja digelar untuk menyamakan persepsi antar-pendidik. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tidak ada ketimpangan standar kualitas soal antara satu madrasah dengan madrasah lainnya di wilayah Pangkalpinang.
Pemilihan MIN 1 Pangkalpinang sebagai lokasi kegiatan juga dinilai strategis untuk memfasilitasi koordinasi teknis, mengingat fasilitas aula yang memadai untuk sesi diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion).
Melalui workshop ini, para peserta ditargetkan mampu menghasilkan draf final kisi-kisi soal yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan naskah ujian Assessment Madrasah mendatang. Kartika Sari berharap, melalui bimbingan teknis ini, para guru semakin profesional dalam merumuskan butir-butir soal yang mampu menstimulasi daya kritis siswa namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai moderasi beragama dan karakter Islami.
Kegiatan ditutup dengan sesi presentasi contoh kisi-kisi oleh perwakilan peserta yang langsung mendapat verifikasi serta validasi dari pengawas PAI guna memastikan kesesuaian dengan regulasi terbaru dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. (Imelda)












