Pangkalpinang, Berita-Fakta — Tugu Pahlawan 12 di Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, berdiri kokoh sebagai simbol kepahlawanan dan patriotisme warga Bangka dalam melawan penjajahan.
Monumen ini mengenang 12 pejuang Tentara Republik Indonesia (TRI) yang gugur dalam pertempuran melawan pasukan Sekutu dan Belanda pada 14 Februari 1946.
Kisah heroik mereka tidak hanya mencerminkan semangat juang masyarakat Bangka, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan Belanda dan Jepang.
Latar Belakang Penjajahan di Bangka
Pulau Bangka, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki sejarah panjang dalam perjuangan melawan penjajahan.
Sejak abad ke-17, Belanda telah mengincar kekayaan timah di pulau ini.
Melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), Belanda mendirikan pos perdagangan dan mengeksploitasi sumber daya alam Bangka, sering kali dengan menindas masyarakat lokal.
Penjajahan Belanda berlanjut hingga awal abad ke-19, ketika Inggris sempat mengambil alih kendali pada 1812-1816 berdasarkan Perjanjian Inggris-Belanda 1824.
Namun, setelah kekalahan Napoleon, Belanda kembali berkuasa di Bangka.
Pada 1942, Jepang menggantikan Belanda sebagai penjajah, menduduki Bangka selama Perang Dunia II.
Meskipun awalnya dianggap sebagai “pembebas” dari Belanda, pendudukan Jepang ternyata lebih kejam dengan kebijakan kerja paksa (romusha) yang menyengsarakan rakyat.
Kekalahan Jepang pada 1945 dan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 membawa harapan baru.
Namun, Belanda, didukung Sekutu, berupaya merebut kembali kendali atas Hindia Belanda, termasuk Bangka, melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA).
Perlawanan Heroik di Petaling
Pada Februari 1946, masyarakat Bangka mengetahui adanya perjanjian antara Inggris dan Belanda (Civil Affair Agreement) yang akan menyerahkan kembali wilayah Hindia Belanda, termasuk Bangka, kepada Belanda setelah kekalahan Jepang.
Bertekad mempertahankan kemerdekaan, pasukan TRI Belinyu dan TRI Pangkalpinang, didukung warga setempat.
Dalam mengadakan perlawanan sengit untuk menghadang pasukan Sekutu dan NICA yang mendarat di Muntok, Bangka Barat, menuju Pangkalpinang.
Pada 14 Februari 1946, pasukan TRI Belinyu memulai pencegatan di kawasan Puding, Bangka Barat.
Didukung oleh TRI Pangkalpinang, mereka kembali menghadang pasukan Sekutu di KM 16 Pangkalpinang, yang kini dikenal sebagai lokasi Tugu Pahlawan 12 di Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat.
Dalam pertempuran tersebut, 12 pejuang TRI gugur: Jamak Asikin, A Madjid Gambang, Ali Samid, Sarimin Senen, Kamsem, dan Karto Saleh dari TRI Pangkalpinang, serta Adam A Cholik, Abdul Somad, Salim Adok, Sulaiman Saimin, Suwandi Bungkel, dan Apip Adi dari TRI Belinyu.
Tugu Pahlawan 12: Simbol Patriotisme Bangka
Untuk mengenang keberanian para pejuang tersebut, pemerintah setempat membangun Tugu Pahlawan 12 di lokasi pertempuran di Desa Petaling.
Tugu ini tidak hanya menjadi monumen peringatan, tetapi juga simbol semangat juang masyarakat Bangka dalam mempertahankan kemerdekaan.
Nama-nama 12 pahlawan tersebut terukir di tugu, menjadi pengingat akan pengorbanan mereka.
Pada 8 November 1971, jenazah para pahlawan dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan “Patma Satria” di Sungailiat, Bangka, seiring penetapan Sungailiat sebagai ibu kota Kabupaten Bangka.
Selain tugu, nama Pahlawan 12 juga diabadikan dalam berbagai bentuk, seperti Jembatan 12 di Kelurahan Pintu Air, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, dan sebuah ruas jalan di Kecamatan Mendo Barat.
Bahkan, sebuah perguruan tinggi di Sungailiat, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Pahlawan 12, mengabadikan nama mereka sebagai bentuk penghormatan.
Meski tidak diusulkan sebagai pahlawan nasional, Pahlawan 12 dianggap sebagai pahlawan daerah yang memiliki nilai patriotisme tinggi bagi masyarakat Bangka.
Warisan Sejarah dan Makna bagi Generasi Kini
Kisah Tugu Pahlawan 12 mengingatkan kita pada perjuangan heroik masyarakat Bangka melawan penjajahan Belanda dan Jepang, serta upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan NICA.
Monumen ini tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai kemerdekaan dan semangat juang para pendahulu.
Dengan nilai sejarah dan patriotisme yang kuat, Tugu Pahlawan 12 di Petaling menjadi destinasi wisata sejarah yang layak dikunjungi.
Lokasinya yang strategis di Kecamatan Mendo Barat memudahkan wisatawan untuk mempelajari perjuangan Bangka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Mari kunjungi dan kenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kebebasan bangsa!














