PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Langit Kota Beribu Senyuman menjadi saksi bisu saat genderang FORBISDA 2026 (Forum Bisnis Daerah) BPD HIPMI Bangka Belitung resmi ditabuh. Bertempat di Ballroom Santika Hotel, Jumat (15/5), aura optimisme menyeruak ketika sosok “Panglima Gubernur” Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melangkah ke podium untuk membakar semangat para saudagar muda.
Bukan sekadar seremonial, kehadiran Hidayat Arsani seolah menjadi jembatan antara sejarah dan masa depan. Dengan nada yang penuh wibawa namun menyentuh sisi emosional, ia mengenang kembali masa-masa sulit tahun ’67 saat ia pertama kali menakhodai gerbong organisasi ini di tanah Bangka.
Hidayat Arsani menegaskan bahwa HIPMI bukanlah sekadar tempat berkumpulnya para pemilik modal, melainkan rahim bagi para pemimpin masa depan.
“Siapa lagi pengganti Gubernur, Walikota, atau Bupati kalau bukan saudara-saudara sekalian, anak-anak saya? Namun ingat, belajarlah dengan etika yang baik. Jangan biarkan arah perjuangan kalian menjadi kabur,” tegasnya dengan majas retoris yang menggugah.
Bagi sang Panglima, etika adalah kompas dalam badai persaingan. Ia mewanti-wanti agar para kader HIPMI tetap solid dan menjaga komitmen. Dalam analoginya yang tajam, ia mengingatkan agar tidak ada “perselingkuhan” komitmen dalam berorganisasi, terutama saat menghadapi momentum besar pemilihan pemimpin.
Isu krusial yang diangkat adalah optimalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Hidayat membawa kabar segar mengenai penandatanganan WPR di Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Belitung Timur seluas 2.100 hektare dengan potensi ekonomi mencapai Rp18 Triliun.
Ia mendorong agar HIPMI tidak hanya bermain di zona nyaman sebagai “penjual kue dan pempek”, melainkan harus berani mengepakkan sayap menuju pasar ekspor.
• Transformasi Mental: Dari pengusaha lokal menjadi pemain global.
• Kolaborasi Strategis: Memanfaatkan sumber daya alam (mining dan perkebunan) melalui hilirisasi yang modern.
• Sinergi Pemerintah: Menjadi mitra strategis bagi Presiden terpilih untuk menggerakkan roda ekonomi dari akar rumput (UMKM).
Menutup arahannya, Hidayat Arsani menitipkan pesan mendalam kepada para calon ketua dan pengurus HIPMI. Ia berharap organisasi ini menjadi wadah yang menuntun anggotanya ke “jalan yang terang” (Sirathal Mustaqim) dalam berbisnis—jalan yang jujur, kokoh, dan berpihak pada rakyat.
“Bangka Belitung kaya akan alam, namun kita butuh penguatan SDM dan permodalan. Saya titipkan Babel ini, jangan sampai pecah. Jadilah singa di tanah sendiri, dan belajarlah hingga ke seberang,” pungkasnya yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Acara FORBISDA 2026 ini dihadiri oleh jajaran petinggi BPP HIPMI pusat, perbankan, dan ratusan pengusaha muda yang siap menyongsong fajar baru ekonomi Bangka Belitung yang lebih berdaya. (4WD)









