PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Pelaksanaan Festival Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang di pelataran Masjid Raya Tua Tunu, Selasa (25/8/2026), menuai kritik dari masyarakat pendatang dan warga setempat. Kegiatan yang memadukan perayaan tradisi 1.000 Dulang (1.000 Pintu) tersebut dinilai terdistraksi oleh agenda sosialisasi dan pengumpulan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bangka Belitung.
Sejumlah warga yang hadir mengeluhkan isi materi ceramah yang dibawakan oleh penceramah dalam kegiatan tersebut. Fokus penyampaian materi dinilai terlalu mendominasi pembahasan mengenai kewajiban zakat, infak, serta permohonan sumbangan, ketimbang mengulas makna dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pelataran Masjid Raya Tua Tunu, Pangkalpinang. Selasa, 25 Agustus 2026 yang. Diselenggarakan oleah Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang.
Festival Maulid Nabi Muhammad SAW (Tradisi 1.000 Dulang / 1.000 Pintu) serta peluncuran program zakat oleh Baznas Bangka Belitung.
Salah seorang warga yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa ajakan berzakat dan bersedekah pada dasarnya merupakan bagian dari ajaran Islam. Namun, momentum penyampaiannya dalam perayaan Maulid Nabi ini dinilai kurang tepat secara etis dan substansial.
“Masyarakat datang membawa dulang untuk memeriahkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mengagungkan Allah SWT. Pembahasan zakat dan pengumpulan dana memang baik, tetapi ketika seluruh isi ceramah difokuskan pada pengumpulan uang zakat dan infak, momen sakral perayaan Maulid menjadi bergeser maknanya. Seharusnya ada pemisahan momentum yang lebih bijak,” ujar salah satu warga di lokasi acara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara maupun perwakilan Baznas Bangka Belitung belum memberikan pernyataan resmi mengenai tanggapan dan kritik yang disampaikan oleh warga terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. (4WD)









