Lewat Gesit Gale Batch II, Kanwil Kemenag Babel Pacu Inovasi Layanan Publik

oleh -956 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pelaksanaan Kompetisi Gesit Gale Batch II Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Rabu (10/6) di Aula H. Mas’ud Hasan Qolay, menjadi penanda penting bagi arah transformasi pelayanan publik di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lebih dari sekadar ajang unjuk bakat antar-Aparatur Sipil Negara (ASN), kompetisi ini merupakan manifestasi nyata dari pelaksanaan program Gesit Gale.

 

banner 336x280

Sebagai sebuah gerakan strategis, Gesit Gale yang merupakan akronim dari Gerakan Inovasi Kementerian Agama Oke, hadir dengan fokus utama pada penciptaan, pembentukan, dan pengembangan inovasi pelayanan publik di lingkungan institusi. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai instrumen formalitas, melainkan sebagai tujuan strategis untuk mengakselerasi Reformasi Birokrasi secara menyeluruh.

 

Lewat implementasi gerakan ini, Kanwil Kemenag Babel berkomitmen penuh untuk memodernisasi tata kelola pelayanan keagamaan agar menjadi jauh lebih cepat, efektif, transparan, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung.

 

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kemenag Babel H. Pril Marori menegaskan bahwa esensi utama dari Gesit Gale bukanlah pialanya, melainkan proses pembentukan ekosistem kerja baru yang kreatif. Melalui gerakan ini, seluruh ASN dituntut untuk tidak lagi bekerja dengan cara-cara konvensional (business as usual).

 

“Tujuan utama penyelenggaraan Kompetisi Gesit Gale bukan sekadar mencari siapa pemenangnya. Target besar kita adalah mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kanwil Kemenag Babel. Jangan takut gagal. Teruslah mencoba dan berinovasi, karena setiap gagasan yang lahir adalah bagian dari ikhtiar kita memberikan pelayanan terbaik,” ujar H. Pril Marori di hadapan seluruh ASN yang hadir.

 

Ia menambahkan, Gesit Gale diproyeksikan mampu menumbuhkan budaya kerja yang adaptif, di mana kreativitas dan semangat perubahan menjadi kompas utama dalam merespons kebutuhan layanan keagamaan masyarakat.

 

Gerakan yang digagas sebagai bagian dari percepatan Reformasi Birokrasi ini mendapat sambutan hangat dari internal institusi. Ketua Panitia Kompetisi Gesit Gale Batch II, Theresia Aprilani Tandjung, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini dirancang lebih inklusif untuk menyaring ide-ide terbaik dari berbagai lini. ASN diberikan kebebasan untuk mengajukan proposal inovasi, baik atas nama individu maupun kelompok bidang kerja.

 

Untuk memastikan kualitas luaran inovasi, panitia menerapkan sistem seleksi yang ketat dan terukur. “Kami telah menyiapkan seluruh mekanisme pelaksanaan, mulai dari pendaftaran, verifikasi proposal, hingga tahapan presentasi dan wawancara. Kami berharap kompetisi ini dapat melahirkan inovasi-inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan,” urai Theresia.

 

Kelancaran acara ini juga tidak lepas dari kesiapan tim di lapangan. Koordinator Lapangan, Asmaridho Afendi, memastikan seluruh rangkaian agenda pembukaan berjalan dengan lancar dan tertib. Mulai dari proses registrasi peserta, pengaturan acara, hingga dukungan teknis di dalam aula telah dipersiapkan dengan matang sehingga kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana.

 

Melalui keberlanjutan program Gesit Gale Batch II ini, Kanwil Kemenag Babel optimistis mampu melahirkan berbagai terobosan baru, baik berupa teknologi maupun tata kelola administrasi yang mutakhir. Output dari kompetisi ini diharapkan tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera diimplementasikan demi mewujudkan pelayanan publik yang prima di Negeri Serumpun Sebalai. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.