PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keterampilan dan pelestarian budaya melalui kolaborasi unik.
Bekerja sama dengan Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, KUA Rangkui secara resmi meluncurkan grup rebana “An Najah” dalam sebuah acara penyambutan pengantin yang bertempat di lingkungan KUA pada Jum’at (3/10).
Peluncuran grup rebana ini memiliki dua tujuan utama: pelatihan keterampilan praktis bagi mahasiswa PPL dan upaya pelestarian musik rebana sebagai warisan budaya Islam.
Plt. Kepala KUA Rangkui, Makmur Hidayat, S.Ag., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah.
Makmur Hidayat menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif ini dan menjelaskan bahwa Rebana “An Najah” tidak hanya berfungsi sebagai hiburan yang bernuansa Islami saat penyambutan pasangan pengantin, tetapi juga menjadi wadah (platform) bagi mahasiswa PPL untuk mengasah soft skills dan hard skills mereka.
Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan tambahan yang relevan dengan tugas-tugas sosial dan keagamaan di masyarakat.
Terkait pemilihan jenis keseniannya, Makmur Hidayat menjelaskan bahwa musik rebana dipilih karena nilai-nilai spiritual dan kemudahannya diterima oleh khalayak luas, khususnya dalam acara pernikahan.
Ia menegaskan bahwa pembinaan intensif terhadap grup rebana “An Najah” ini dilakukan oleh para penyuluh agama Islam dan seluruh staf KUA Kecamatan Rangkui.
Makmur Hidayat melanjutkan bahwa mahasiswa PPL mendapatkan pelatihan intensif tersebut, mulai dari teknik bermain rebana hingga harmonisasi vokal. Ia menuturkan bahwa tujuan akhirnya adalah agar para mahasiswa tersebut mampu membentuk dan membina grup serupa di komunitas atau lembaga tempat mereka nanti berkarya.
Kolaborasi ini disambut antusias oleh para mahasiswa PPL IAIN SAS Babel. Mereka merasa mendapatkan pengalaman berharga yang melampaui kurikulum akademis, memberikan bekal untuk menjadi penyuluh atau tokoh masyarakat yang adaptif dan kreatif.
Dengan launching ini, KUA Rangkui menjadi contoh positif dalam memanfaatkan program PPL sebagai ajang kolaborasi produktif yang tidak hanya memberikan layanan publik yang Islami, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian seni tradisi. (M3L)












