PANGKALPINANG,BERITA-FAKTA.COM – Remaja masa kini dihadapkan pada derasnya arus digitalisasi dan pergeseran nilai moral yang kian menantang. Merespons fenomena tersebut, Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Pangkalpinang mengambil langkah preventif dengan menggelar kegiatan Malam Bimbingan Iman dan Takwa (Mabit) bagi siswa kelas XI dan XII pada Senin malam (13/07/2026).
Acara spiritual yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Kartika sebagai narasumber utama didampingi Wakil Kurikulum dan guru-guru. Di hadapan para siswa, ia mengupas tuntas urgensi menjaga benteng moral generasi muda melalui materi krusial bertajuk “Menjaga Kehormatan dan Kemuliaan Diri”.
Dalam paparannya, Kartika menekankan bahwa kehormatan diri (iffah) dan kemuliaan akhlak (muru’ah) bukan sekadar konsep teologis, melainkan perisai praktis bagi remaja agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan degradasi moral. Menurutnya, era informasi saat ini menuntut ruang siber yang bersih, yang dimulai dari benteng keimanan individu masing-masing siswa.
“Menjaga kehormatan bukan berarti menutup diri dari dunia luar, melainkan kemampuan untuk memilah mana yang membawa maslahat dan mana yang mendatangkan mudarat. Kemuliaan seorang remaja tidak dilihat dari apa yang ia pamerkan di media sosial, melainkan dari sejauh mana ia mampu menjaga kesucian hati, lisan, dan perilakunya,” ujar Kartika di hadapan para peserta Mabit.
Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran dan kontribusi aktif dari Pengawas PAI Kemenag Kota Pangkalpinang. Kegiatan Mabit ini dirancang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebagai wadah penguatan karakter pasca-pandemi dan adaptasi teknologi, di mana nilai-nilai agama diintegrasikan ke dalam dinamika psikologi remaja.
Melalui interaksi dua arah dan sesi refleksi malam, materi yang disampaikan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran intrinsik pada diri siswa. Pihak Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang sendiri terus berkomitmen mendukung program-program pembinaan mental spiritual seperti ini di berbagai satuan pendidikan, guna mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia. (Imelda)









