Klarifikasi CV TGV: Meluruskan Badai Opini, Menegakkan Fakta Kemitraan PT Timah

oleh -2022 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, BERITA-FAKTA.COM – Riuh rendah tudingan miring yang menerpa CV TGV belakangan ini akhirnya menemui titik terang. Bak mendudukkan perkara di atas meja hijau kebenaran, pihak kuasa perusahaan secara tegas menepis segala spekulasi liar yang bergulir di ruang publik.

 

banner 336x280

Dalam sebuah pertemuan dengan awak media pada Selasa (23/6) malam di salah satu kafe di Sungailiat, pihak CV TGV membuka tabir yang selama ini menjadi bola liar dalam pemberitaan. Mereka menegaskan bahwa status hukum dan operasional perusahaan berada di jalur yang terang benderang: CV TGV adalah mitra resmi PT Timah Tbk.

 

 

Menanggapi polemik mengenai aktivitas dapur penggorengan pasir timah, Akbar, selaku kuasa dari CV TGV, membedah pokok perkara tersebut secara gamblang. Menurutnya, aktivitas tersebut bukan sebuah tindakan ilegal, melainkan bentuk pemenuhan klausul dan syarat formal kemitraan.

 

“Dapur penggorengan yang kami kerjakan itu adalah syarat mutlak dari PT Timah. Kami wajib menyetorkan pasir timah dalam kondisi kering. Jadi, proses pengeringan ini adalah bagian dari SOP resmi, bukan aktivitas terselubung,” ujar Akbar kepada awak media.

 

Ia juga menambahkan beberapa poin krusial terkait legalitas bahan baku:

 

Bahan baku pasir timah diperoleh secara legal dari Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah yang dikelola di seputaran Pulau Bangka. Lokasi pos atau tempat penggorengan tersebut dijaga ketat oleh Satuan Tugas (Satgas) keamanan, mengingat timah merupakan komoditas strategis negara.

 

Akbar sangat menyayangkan adanya “vonis sepihak” dari sejumlah pemberitaan yang dinilai menggiring opini publik, seolah-olah hasil olahan timah tersebut akan dijual bebas ke pasar gelap.

Lebih jauh, ia mengeluhkan tindakan oknum yang dinilai telah melampaui batas asas kepatutan. Rumah pribadinya kini ikut menjadi sasaran “investigasi” tanpa izin hingga larut malam.

 

Akbar menegaskan bahwa kediaman pribadinya adalah wilayah domestik yang dihuni oleh keluarga, bukan wilayah korporasi atau tempat usaha. Kedatangan oknum media hingga tengah malam dinilai telah mengganggu ketenteraman dan kenyamanan psikologis keluarganya.

 

 

Di akhir penyampaiannya, Akbar mengetuk pintu kesadaran para insan pers untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah dan bersama-sama membangun Kabupaten Bangka lewat pemberitaan yang berimbang.

 

Aktivitas CV TGV, lanjutnya, justru hadir sebagai payung hukum bagi para penambang lokal agar dapat bekerja dengan tenang, layak, dan legal.

 

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kisruh pemberitaan yang justru merugikan wilayah privat. Apa yang kami lakukan murni untuk mengamankan aset negara dan memakmurkan masyarakat Bangka. Penambang yang kami bina adalah warga asli Bangka, dan kami ingin mereka menambang dengan legalitas yang sah,” tutup Akbar. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.