PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Tawa dan tepuk tangan meriah mewarnai halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (20/7/2026) pagi. Usai pelaksanaan apel rutin, momen pengundian doorprize program Rashdul Kiblat mendadak heboh saat nama Palgunadi, Pranata Humas Kanwil Kemenag Babel, keluar sebagai peraih hadiah utama.
Pengambilan kupon undian hadiah utama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Babel, H. Abdul Rohim, tepat di hadapan seluruh peserta apel.
Saat ditemui awak media seusai acara, Palgunadi mengaku sama sekali tidak menyangka namanya yang akan tertera di kupon pemenang. Pasalnya, pengundian hadiah utama dilakukan di penghujung acara, dan sepanjang hidupnya ia hampir tidak pernah beruntung dalam urusan doorprize.
“Jujur, saya betul-betul tidak menyangka. Sepanjang pengalaman saya ikut kegiatan seperti ini, belum pernah dapat doorprize, apalagi hadiah utama. Ini kejutan luar biasa,” ungkap Palgunadi dengan rona bahagia.
Bagi Palgunadi, keikutsertaannya dalam penentuan arah kiblat ini bukan semata-mata demi mengejar hadiah, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas Kementerian Agama, yakni “Indonesia Berkiblat” melalui Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdhul Kiblat.
Namun, di balik keberhasilannya meraih doorprize utama tersebut, tersimpan cerita perjuangan kecil yang cukup dramatis.
Ia mengisahkan, saat peristiwa Rashdul Kiblat terjadi pada 15 Juli lalu, ketika posisi matahari tepat melintas di atas Ka’bah, waktu pengukuran menunjukkan pukul 16.27 WIB. Karena jam pulang kantor adalah pukul 16.00 WIB, tidak memungkinkan baginya untuk melakukan pengukuran di rumah.
Tak kehilangan akal, Palgunadi bersama tiga rekan Humas lainnya yakni Romlah, Harjito, dan Lastari Agustina, bergerak cepat mengambil titik pengukuran serta mendokumentasikannya langsung di sisi kiri halaman Kantor Wilayah Kemenag Babel.
Ujian tak berhenti di situ. Pada hari terakhir batas pengunggahan dokumen pendukung untuk mendapatkan nomor undian, Palgunadi hampir saja mengurungkan niatnya. Ponsel genggamnya mendadak rusak, ditambah lagi link pendaftaran sempat mengalami kendala teknis.
Beruntung, berkat arahan dan panduan dari staf Bidang Bimas Islam, Sri Nur Komalasari, kendala tersebut dapat teratasi. Palgunadi akhirnya berhasil mengunggah berkas di detik-detik terakhir menggunakan perangkat laptop.
Atas pencapaian dan keberuntungan ini, Palgunadi menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam. Ia berharap momen ini tidak hanya menjadi catatan manis pribadi, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi dirinya dan seluruh jajaran di Kanwil Kemenag Babel.
“Alhamdulillah, ini rezeki yang patut disyukuri. Semoga keberkahan ini menjadi motivasi bagi saya dan rekan-rekan semua untuk terus menyukseskan serta mengawal program-program Kementerian Agama di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. (Gema)









