PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, S.Ag., M.H., secara resmi membuka kegiatan Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Pangkalpinang. Acara yang mengusung tema “Peran Strategis Guru PAI dalam Mewujudkan Pembelajaran Mendalam yang Bermakna dan Menghidupkan” ini digelar di gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) pada Selasa (11/11).
Dalam sambutannya, H. Firmantasi menekankan pentingnya peran strategis Guru PAI sebagai ujung tombak pembentukan karakter dan moralitas peserta didik. Ia mendorong para guru untuk tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menciptakan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan menghidupkan suasana kelas.
“Guru PAI memiliki tugas mulia. Di era disrupsi informasi ini, kita harus memastikan bahwa pendidikan agama tidak hanya menjadi formalitas, melainkan menjadi bekal utama bagi siswa untuk menjalani kehidupan dengan akhlak mulia,” ujar Firmantasi.
Ia menambahkan melalui diseminasi ini, diharapkan kompetensi para guru dapat terasah, sehingga mampu mengimplementasikan strategi pembelajaran terbaru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kakan Kemenag didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI), Erkandi, S.Ag., M.H., yang juga turut memberikan arahan.
Kegiatan peningkatan kompetensi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang dengan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP, serta MGMP PAI SMA/SMK Kota Pangkalpinang.
Diseminasi ini akan berlangsung selama dua hari penuh, mulai dari Selasa hingga Rabu, 11 sampai 12 November 2025, dengan fokus materi yang mencakup metodologi pengajaran inovatif, pemanfaatan teknologi dalam PAI, dan upaya peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran.
Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para Guru PAI di Pangkalpinang dapat membawa pulang ilmu dan semangat baru untuk diimplementasikan di sekolah masing-masing, demi terciptanya generasi muda yang cerdas spiritual, emosional, dan intelektual. (M3L)












