PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dengan menyelenggarakan Pelatihan Hisab Rukyat dan Arah Kiblat.
Kegiatan yang berfokus pada ilmu falak atau astronomi Islam ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, S.Ag., M.H., di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) pada Kamis (25/09).
Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari internal Kemenag, khususnya para penyuluh agama Islam dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Pangkalpinang. Mereka adalah garda terdepan Kemenag yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga peningkatan kompetensi di bidang ini dinilai krusial.
Acara ini menghadirkan narasumber kredibel, Dr. Ahmad Fadholi, M.Si., seorang ahli di bidang ilmu falak. Materi yang disampaikan tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga memberikan penekanan khusus pada aspek praktis.
Peserta diajak untuk menyelami materi mendalam mengenai metode hisab (perhitungan matematis) dan rukyat (pengamatan langsung) dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Lebih dari itu, sesi praktik langsung menjadi inti kegiatan, terutama dalam penghitungan dan penentuan arah kiblat yang akurat. Dengan praktik langsung, diharapkan pemahaman peserta menjadi lebih komprehensif dan siap diaplikasikan di lapangan.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Kemenag Firmantasi menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Kemenag Pangkalpinang.
“Pelatihan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kemenag Pangkalpinang agar memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menentukan awal bulan Hijriah dan arah kiblat,” ujar Firmantasi.
Ia menambahkan bahwa kemampuan ini sangat vital dalam memberikan pelayanan publik yang prima dan menjadi rujukan terpercaya bagi masyarakat. Isu penentuan awal bulan (seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah) serta keakuratan arah kiblat, terutama saat pendirian masjid atau musala baru, sering kali menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.
Dengan kompetensi yang kuat, para peserta dapat memberikan jawaban dan panduan yang berdasarkan ilmu dan data yang valid.
Firmantasi berharap, ilmu yang didapat dari pelatihan ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diaplikasikan secara nyata di wilayah kerja masing-masing.
Mereka diharapkan mampu menjadi rujukan terpercaya dan memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat terkait masalah hisab rukyat dan penentuan arah kiblat, sehingga dapat meminimalisir kebingungan dan perbedaan di kalangan umat. (M3L)












