Kemenag Pangkalpinang Bersama PD IPARI Tanamkan Moderasi Beragama di SMK Sore

oleh -672 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dalam upaya membentengi generasi muda dari paham ekstremisme serta menyongsong visi besar nasional, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Firmantasi, menghadiri agenda pembinaan bertajuk “Moderasi Beragama untuk Indonesia Emas” di SMK Sore Bisnis Sainstech Muhammadiyah Pangkalpinang, Kamis (12/3/2026).

 

banner 336x280

Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pangkalpinang sebagai langkah konkret menanamkan nilai-nilai toleransi di lingkungan pendidikan vokasi.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Sore Bisnis Sainstech Muhammadiyah, Karel Martin. Dalam sambutannya, Karel menekankan pentingnya keterbukaan dan sikap saling menghargai di tengah kemajemukan bangsa. Ia berharap para siswa dapat menyerap esensi materi dari para pakar untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Semua elemen hadir di sini dalam semangat toleransi. Kami berharap para siswa menyimak dengan saksama materi dari narasumber. Intinya adalah bagaimana kita saling menghargai dan menghormati meskipun terdapat perbedaan. Kita harus mampu hidup berdampingan dengan harmonis,” ujar Karel Martin di hadapan peserta.

 

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, IPARI menghadirkan tim penyuluh lintas agama sebagai narasumber. Kehadiran mereka merepresentasikan wajah asli Indonesia yang plural. Para pemateri tersebut adalah: Yohanes Bosco Otto, Neng Ilma Aprilyanti, dan Sugeng.

 

Sinergi para penyuluh ini bertujuan untuk memberikan perspektif moderasi yang inklusif, memastikan bahwa moderasi beragama bukan sekadar teori, melainkan praktik sosial yang memperkuat persatuan nasional.

 

Sebagai sekolah yang fokus pada pengembangan keterampilan digital dan teknis, SMK Sore saat ini membina 88 siswa yang terbagi dalam beberapa program keahlian unggulan: Kelas X: Desain Komunikasi Visual (DKV) & Teknik Sepeda Motor (TSM), dan Kelas XI & XII Desain Komunikasi Visua (DKV) & Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).

 

Kehadiran program moderasi beragama di sekolah ini dinilai sangat relevan bagi para siswa jurusan DKV dan MPLB yang nantinya akan terjun ke dunia industri kreatif dan profesional, di mana kemampuan berkomunikasi serta berinteraksi lintas budaya sangat dibutuhkan.

 

Firmantasi dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah IPARI dan pihak sekolah. Menurutnya, Moderasi Beragama adalah modal sosial utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Dengan menanamkan nilai moderat pada siswa SMK yang memiliki keterampilan teknis tinggi, diharapkan akan lahir tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

 

Langkah ini menegaskan komitmen Kementerian Agama Pangkalpinang untuk terus melakukan jemput bola dalam menyebarkan moderasi beragama ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya institusi pendidikan. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.