Kemenag Pangkalpinang Siapkan Madrasah Sampel, Eyde Tusewijaya Pastikan Dokumen Uji Petik BPKP Maksimal

oleh -366 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang bergerak cepat merespons agenda evaluasi pemerataan guru madrasah yang diinisiasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh madrasah di ibu kota provinsi yang menjadi sampel siap menyajikan data yang valid dan akurat.

 

banner 336x280

Kesiapan tersebut ditegaskan oleh Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pangkalpinang, Eyde Tusewijaya, usai menghadiri Entry Meeting Pelaksanaan Evaluasi atas Pemerataan Pendidikan Dasar dan Menengah yang Berkualitas pada subtopik guru jenjang pendidikan madrasah di Aula Kanwil Kemenag Babel, Kamis (09/07/2026).

 

Dalam pertemuan interaktif tersebut, Eyde Tusewijaya secara aktif meminta kejelasan teknis langsung kepada Tim BPKP mengenai mekanisme pelaksanaan uji petik di lapangan. Menurutnya, kepastian regulasi dan teknis sangat krusial agar pihak madrasah tidak gagap dalam menghadapi proses evaluasi.

 

“Kami ingin memastikan kesiapan di tingkat satuan pendidikan berjalan tanpa kendala. Penjelasan mengenai mekanisme uji petik ini penting agar madrasah yang ditunjuk sebagai sampel di Kota Pangkalpinang dapat menyiapkan seluruh dokumen pendukung secara maksimal dan terstruktur,” ujar Eyde Tusewijaya.

 

Langkah proaktif Eyde ini direspons positif oleh Ketua Tim BPKP, Ratih Ria Anggraeni. Pihak BPKP menjelaskan bahwa metodologi evaluasi di Kota Pangkalpinang nantinya akan dijalankan melalui tiga pendekatan terintegrasi. Evaluasi akan diawali dengan telaah dokumen komprehensif terkait sebaran guru, yang kemudian diperdalam melalui sesi wawancara dengan para pengelola pendidikan. Sebagai tahapan krusial, tim juga akan turun ke lapangan untuk melakukan kunjungan langsung atau uji petik ke sejumlah madrasah yang menjadi sampel di bawah naungan Kemenag Kota Pangkalpinang.

 

Evaluasi yang dijadwalkan berlangsung selama 11 hari kerja—mulai 10 hingga 24 Juli 2026—ini menempatkan madrasah-madrasah di Kota Pangkalpinang sebagai lokus penting uji petik lapangan. Pengendali Teknis Tim BPKP, Irwansyah Adnansaid, menekankan bahwa agenda ini murni memotret gambaran riil kuantitas dan kualitas sebaran guru, bukan untuk mencari kesalahan instansi.

 

Komitmen Kemenag Pangkalpinang ini juga berjalan selaras dengan dukungan jajaran Kanwil Kemenag Babel. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Parija dan Ketua Tim Kelembagaan Mohd. Ridwan yang hadir dalam pertemuan tersebut turut menyatakan bahwa potret data dari Pangkalpinang akan menjadi instrumen penting bagi penyempurnaan kebijakan internal Kemenag ke depan.

 

Dengan persiapan matang yang dikawal langsung oleh Eyde Tusewijaya dan tim Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Pangkalpinang, diharapkan kendala ketimpangan sebaran guru dapat teretaskan. Muaranya, tata kelola pendidikan madrasah di Kota Pangkalpinang mampu menjadi barometer utama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang semakin maju, bermutu, dan berkualitas di Bangka Belitung. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.