PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Guna memastikan hak pendidikan bagi seluruh anak terlayani tanpa diskriminasi sekaligus meningkatkan mutu tata kelola madrasah, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Suarni, menggelar aksi jemput bola di Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hidayatussalikin, Rabu (19/08).
Kunjungan lapangan ini berfokus pada dua agenda strategis: pendampingan serta pemantauan kesiapan pelaksanaan pendidikan inklusif di madrasah binaan, sekaligus sosialisasi penerapan aplikasi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM).
Suarni menegaskan bahwa madrasah binaan harus siap menjadi ruang belajar yang ramah, adaptif, dan terbuka bagi peserta didik dengan beragam latar belakang dan kebutuhan khusus. Pendampingan ini dilakukan untuk mengukur kesiapan sarana, kurikulum, hingga pemahaman tenaga pendidik dalam menerapkan skema pembelajaran inklusif.
“Pendidikan inklusif bukan sekadar program, melainkan komitmen moral madrasah untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mengakses pendidikan berkualitas. Kesiapan mental pengajar dan penyesuaian metode belajar menjadi kunci utama,” ujar Suarni di sela-sela kegiatan.
Tak hanya meninjau kesiapan inklusi, Suarni memanfaatkan momentum tersebut untuk menyosialisasikan penggunaan aplikasi PKKM digital kepada jajaran pimpinan dan pimpinan unit di MA serta MTs Hidayatussalikin. Digitasi PKKM ini diharapkan mampu mempermudah evaluasi kinerja, mendorong transparansi, serta memetakan ketercapaian standar nasional pendidikan secara akurat dan real-time.
Pihak MA dan MTs Hidayatussalikin menyambut positif pendampingan intensif ini. Kehadiran pengawas secara langsung dinilai memberikan arah yang jelas, baik dalam merancang kelas inklusif yang ideal maupun dalam mengoptimalkan tata kelola administrasi berbasis digital melalui aplikasi PKKM. (Imelda)











