Kapal Pengawasan Bawaslu Pangkalpinang Goyah, Panwascam Girimaya Mundur Berjamaah Jelang Pencoblosan

oleh -306 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Tepat di ambang pintu pencoblosan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pangkalpinang diterpa badai yang menggoyahkan nakhoda pengawasan. Enam hari sebelum hari H, terdengar kabar kurang sedap. Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Girimaya, sang ujung tombak pengawasan pilkada, dikabarkan mundur secara berjamaah.

 

banner 336x280

Entah angin apa yang membuat para penjaga demokrasi ini meletakkan jubah pengawasan mereka. Padahal, medan pertempuran sudah hampir memasuki masa tenang. Sungguh ironis, ketika para pejuang ini seharusnya bersiap merapikan barisan, mereka justru memilih untuk pulang.

 

Untuk menguak tirai misteri ini, Majasnews mencoba menyeberangi lautan informasi dan berhasil menghubungi Komisioner Bawaslu Kota Pangkalpinang pada Kamis (21/8). Salah satu komisioner membenarkan kabar pahit ini.

 

“Memang benar, mereka mundur berjamaah. Saat ini kami sedang mencoba memadamkan api yang berkobar, agar mereka mau kembali ke barisan, mengingat waktu pencoblosan sudah di depan mata,” ujarnya.

 

Pihak Bawaslu berharap, persoalan ini bisa segera diselesaikan. Sebab, peran pengawasan dalam pilkada ulang ini tak ubahnya jantung yang memastikan seluruh tubuh demokrasi berdetak normal. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Ketua Panwascam Girimaya bagai ditelan bumi, belum bisa dimintai keterangan.

 

Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Bangun Jaya, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut mundurnya Panwascam Girimaya bagai pukulan telak bagi idealisme pesta demokrasi.

 

“Pengawasan adalah tulang punggung pilkada. Jika tulang punggung ini rapuh, maka jalan demokrasi bisa pincang,” ungkapnya.

 

Bangun Jaya mendesak agar api masalah ini segera dipadamkan. Mengingat hari pencoblosan yang tinggal hitungan jari, ia khawatir kelalaian ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak dan mengacaukan seluruh proses.

 

“Tinggal enam hari lagi. Masalah ini sangat krusial,” tegasnya.

 

Bangun Jaya menambahkan, wilayah Girimaya yang bagaikan samudera luas membutuhkan mata pengawas yang tajam. Tanpa pengawasan yang kuat, ia khawatir pilkada ulang ini akan tercoreng dan terkesan cacat di mata publik.

 

Bangun Jaya juga mengingatkan, sebentar lagi akan memasuki tahapan masa tenang, di mana semua atribut kampanye harus dilenyapkan. Ia khawatir, tanpa pengawasan yang memadai, pembersihan ini tidak akan berjalan efektif. Pihaknya berharap, Bawaslu dapat segera menyelesaikan prahara ini, agar bahtera pilkada bisa berlayar hingga ke dermaga tujuan. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.