Kado Manis Sang Menteri: Ratusan Posbakum Memeluk Babel, Prodi Kenotariatan Jadi Hadiah Istimewa

oleh -2488 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Malam di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, menjadi saksi bisu terukirnya sebuah sejarah baru. Di bawah temaram lampu pada Rabu (20/5) malam, keadilan tak lagi menjadi barang mewah bagi kaum papa. Sebanyak 363 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) kini resmi memeluk desa dan kelurahan di seantero Bangka Belitung.

 

banner 336x280

Namun, peresmian itu bukan satu-satunya angin segar yang berhembus. Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas yang hadir langsung pada malam itu, membawa sebuah “kado istimewa” yang siap disemai di Bumi Serumpun Sebalai: pembukaan Program Studi (Prodi) Kenotariatan.

 

Dalam gaya bahasanya yang lugas namun penuh makna, Menteri Hukum memberikan karpet merah kepada Gubernur Bangka Belitung untuk menunjuk universitas lokal yang paling mumpuni mengemban amanah tersebut.

 

“Nanti Pak Gubernur lihat universitas mana, saya serahkan kepada Pak Gubernur, mana yang paling siap. Silakan, Pak Gubernur,” tegas Menteri Hukum di hadapan para rektor dan kepala daerah yang hadir.

 

Langkah ini ibarat oase di tengah padang pasir bagi dunia pendidikan hukum di Babel. Selama ini, keran perizinan untuk Prodi Kenotariatan ditutup rapat secara nasional. Namun, lewat kebijakan afirmasi ini, Kemenkumham mendobrak kebekuan tersebut khusus untuk provinsi yang belum memiliki prodi tersebut sama sekali.

 

“Ini menjadi sebuah kebijakan afirmasi. Selama ini prodi kenotariatan itu ditutup sama sekali. Tapi bagi provinsi yang belum buka, kami akan memberikan rekomendasi dan berhubungan dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU). Kami kawal sepenuhnya ke kementerian terkait hingga izinnya dikeluarkan,” paparnya.

Sang Menteri beralasan, kebijakan ini adalah bentuk jembatan agar putra-putri daerah tak perlu lagi mengarungi lautan dan merogoh kocek dalam-dalam demi gelar notaris.

 

“Saya ingin orang-orang yang mau bersekolah kenotariatan tidak perlu berjauh-jauh menyeberang lautan ke Sumatera, cukup di Pangkalpinang saja,” tambahnya, yang langsung disambut anggukan mantap dari para akademisi yang hadir.

 

Beralih dari isu pendidikan, Menteri Hukum juga menyoroti roda penggerak utama Posbakum: para paralegal. Kehadiran fisik posko tak akan bernyawa tanpa adanya prajurit hukum di garda terdepan.

 

Dalam hitungan kalkulasi yang cermat, setidaknya dibutuhkan dua paralegal di setiap desa/kelurahan. Dengan jumlah desa yang ada, setidaknya 800 paralegal siap menjadi ujung tombak. Namun, dari 2.200 paralegal yang terdaftar secara nasional, baru 900 yang telah rampung dilatih.

 

Untuk memastikan para pejuang keadilan ini tetap bernapas panjang, Menteri Hukum mengajak Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk melakukan “patungan kemanusiaan” atau cost sharing.

 

“Kalau dikalkulasikan, dari pusat nanti akan dialokasikan sekitar Rp4,8 miliar. Saya mohon kepada Pak Gubernur dan para Bupati/Wali Kota, mari kita sharing pembiayaan. Pemerintah daerah tidak perlu mengalokasikan anggaran baru yang mengganggu program lain, cukup buat aturan mandatori mungkin dari alokasi dana desa,” jelasnya.

 

Harmonisasi aturan tersebut nantinya akan dikawal langsung oleh Kementerian Hukum. Targetnya, Bangka Belitung bisa menjadi provinsi kedua atau ketiga di Indonesia yang sukses dan paripurna menjalankan ekosistem bantuan hukum mandiri ini, menyusul provinsi-provinsi besar lainnya.

 

Di penghujung arahannya, sang Menteri melontarkan sebuah refleksi tajam khas kacamata transparansi publik. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan di ranah eksekutif sejatinya adalah ladang amal yang difasilitasi oleh uang negara, bukan uang pribadi.

 

“Enaknya menjadi seorang eksekutif itu cuma satu. Kita bisa membantu banyak orang, entah lewat program apapun namanya, dan kita tidak menggunakan uang sendiri. Ini adalah kesempatan Bapak dan Ibu sekalian untuk mengabdi sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu,” pesannya menyentuh relung hati para pejabat yang hadir.

 

“Sekali lagi, tolong pakai tanggung jawab ini sebaik-baiknya,” pungkas Sang Menteri, menutup malam yang tak hanya menjanjikan keadilan, namun juga masa depan pendidikan yang lebih terang bagi Bangka Belitung. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.