BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM – Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Bangka Barat resmi dikukuhkan di Gedung Graha Aparatur, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Rabu (20/05/2026) oleh Ketua AGPAII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kartika Sari. Momentum sakral ini dirangkaikan dengan pengukuhan serentak pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Bangka Barat oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Pril Marori.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta pendidik PAI dari berbagai satuan pendidikan. Kehadiran Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Kartika Sari, menjadi salah satu sorotan utama. Tidak sekadar hadir menyaksikan prosesi pelantikan, Kartika didapuk menjadi narasumber dalam seminar pendidikan yang digelar usai pengukuhan.
Seminar bertajuk “Optimalisasi Kurikulum Berbasis Cinta Terintegrasi Deep Learning pada Mata Pelajaran PAI” tersebut membedah strategi pengajaran transformatif di era modern. Dalam paparannya, Kartika Sari menekankan pentingnya menyentuh aspek afektif siswa sebelum mentransfer pemahaman kognitif.
“Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan sekadar jargon, melainkan sebuah pendekatan di mana guru menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama interaksi belajar-mengajar. Ketika siswa merasa dicintai dan dihargai, ruang kelas menjadi ekosistem yang aman untuk berpikir kritis,” ujar Kartika.
Ia menambahkan, pendekatan ini menjadi sangat kuat ketika diintegrasikan dengan metode deep learning (pembelajaran mendalam). Melalui metode ini, siswa tidak lagi diarahkan untuk sekadar menghafal materi keagamaan demi mengejar nilai ujian, melainkan dituntun untuk memahami esensi, melakukan refleksi, dan mengontekstualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi diskusi panel, Kartika Sari tidak tampil sendiri. Ia berkolaborasi dengan Nilawati, Ketua MGMP PAI SMA/SMK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang juga hadir sebagai narasumber.
Kombinasi perspektif dari pengawas kota dan ketua organisasi profesi tingkat provinsi ini memberikan rujukan aplikatif bagi para pengurus yang baru dilantik. Nilawati menyoroti pentingnya peran MGMP dan KKG sebagai motor penggerak inovasi guru di daerah.
Pengukuhan bersama ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar dan profesionalisme guru agama di Kabupaten Bangka Barat. Kehadiran para tokoh lintas wilayah ini diharapkan mampu memicu standarisasi mutu pembelajaran PAI yang merata di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan kepengurusan yang baru dan bekal keilmuan dari seminar kurikulum tersebut, para guru PAI di Bangka Barat kini mengemban misi besar: melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang berbasis pada nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang. (Imelda)









