‘Jurus Mabuk’ Donald Trump dan Tantangan Ekonomi Global: Bambang Patijaya Tegaskan Ini untuk Kemandirian Bangsa

oleh -275 Dilihat
oleh
banner 468x60

Bangka, Berita-Fakta — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Santika, Jumat (25/7/2025).

Dalam sambutan perdananya, Bambang menyoroti gejolak ekonomi global, termasuk kebijakan “jurus mabuk” Donald Trump, sambil menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi untuk Bangka Belitung menuju Indonesia Emas.

banner 336x280

Perang Dagang dan Dampak Global

Bambang menggambarkan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang berlangsung sejak 2016-2017 sebagai pertarungan “naga raksasa” yang kini memengaruhi banyak negara.

Ia menyebut kebijakan ekonomi Trump sebagai “jurus mabuk” karena pendekatan tarifnya yang agresif namun berdampak luas.

“Amerika dengan jurus mabuknya Donald Trump melakukan tindakan perang tarif,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, negosiasi Indonesia dengan AS ibarat “pertukaran sandera”, di mana Indonesia diminta membeli produk AS seperti energi, pangan, hingga pesawat Boeing, sementara tarif ekspor Indonesia dipangkas.

Namun, Bambang menegaskan bahwa komitmen pembelian ini merupakan kelanjutan kerja sama yang sudah ada, bukan hal baru.

Dengan nada ringan, ia berkelakar, jika tarif gandum diturunkan menjadi 0%, “tidak ada alasan Indomie menaikkan harga.”

Geopolitik dan Transisi Energi

Bambang juga menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina sebagai bagian dari “mata rantai persoalan masa lalu”.

Menurutnya, akar masalahnya adalah keengganan beberapa pihak menerima transisi menuju energi bersih.

Ia menyinggung keluarnya AS dari Paris Agreement sebagai bukti keengganan melepas dominasi minyak, yang kini produksinya melampaui OPEC.

“Pengembangan teknologi penyimpanan energi seperti baterai menjadi tren global, tetapi tidak diinginkan oleh Amerika,” ungkap Bambang.

Menuju Indonesia Emas

Di tengah tantangan global, Bambang menekankan visi Indonesia Emas dengan target pertumbuhan ekonomi 8%.

Ia mendorong Bangka Belitung untuk berperan aktif melalui diversifikasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada timah, dan fokus pada sektor seperti sawit, yang mulai menunjukkan potensi ekonomi.

“Bangka Belitung harus beralih dari timah. Sawit kini menjadi permata tersembunyi yang membawa kesejahteraan,” katanya.

Bambang juga memuji Program Koperasi Merah Putih sebagai langkah strategis pemerintah untuk menanam benih kemakmuran di daerah.

Ia mengajak IKAL Babel dan pemangku kepentingan lain untuk mendukung pembangunan daerah.

Komoditas Strategis sebagai Pendorong

Pemerintah telah menetapkan 28 komoditas strategis, termasuk sawit, cokelat, dan kopi, sebagai pilar ketahanan ekonomi.

Menurut Bambang, ini menunjukkan bahwa pertahanan nasional tidak hanya soal militer, tetapi juga kekuatan ekonomi berbasis kekayaan alam.

Dengan pengembangan komoditas ini, Bambang optimistis Bangka Belitung dapat menjadi mercusuar pertumbuhan ekonomi nasional.

“IKAL Babel harus menjadi otak dan tulang punggung pembangunan daerah,” tegasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.