Jeritan Nurani dari Langit: Emron Pangkapi Desak Menhub RI Cabut Izin Batik Air Malaysia!

oleh -335 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA, BERITA-FAKTA.COM – Dari balik awan, sebuah badai keadilan tengah berkecamuk. Tokoh pejuang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Emron Pangkapi, bak singa yang mengaum di rimba kezaliman, melayangkan surat terbuka yang mengguncang singgasana Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Dalam suratnya, ia mendesak pemerintah agar segera menginvestigasi penyakit kronis Batik Air Malaysia dan mencabut izin terbang maskapai itu ke Tanah Air. Ini bukan lagi sekadar riakan kecil di permukaan air, melainkan gelombang pasang kekecewaan yang telah berulang kali disaksikannya.

 

banner 336x280

 

Bak pedang bermata dua, harga tiket murah yang ditawarkan Batik Air Malaysia ternyata menyimpan jerat mematikan. Hari Rabu, 2 Juli 2025, Emron menjadi saksi mata langsung di penerbangan Batik Air OD 328 rute Kuala Lumpur – Jakarta. Lebih dari dua puluh koper bagasi kabin penumpang, seolah disulap oleh tangan tak kasat mata, mendadak berganti status menjadi bagasi biasa. Wajah-wajah penumpang, terutama para Tenaga Kerja Indonesia (TKI), membeku dalam kekecewaan, dipaksa menelan pil pahit biaya bagasi yang mencekik, bukan sekadar kelebihan berat.

 

Emron melukiskan praktik Batik Air Malaysia ini sebagai modus operandi yang licin. Maskapai ini memang mengizinkan setiap penumpang membawa satu bagasi kabin dengan berat maksimal 7 kg. Namun, celah inilah yang diubah menjadi lubang jarum untuk menguras pundi-pundi penumpang.

 

“Bagi penumpang ‘berwajah TKI’, koper atau tas mereka ditimbang tepat saat memasuki ruang tunggu. Apabila beratnya di atas 7 kg, cap ‘bagasi’ langsung menempel, dan mereka wajib membayar tarif bagasi penuh,” ungkap Emron. Ia menambahkan, “Bahkan jika hanya kelebihan 2 kg, mereka dipaksa membayar harga selangit, mencapai RM 200 hingga RM 400! Dan hak mereka atas bagasi kabin 7 kg? Lenyap ditelan bumi.”cetusnya

 

Emron menegaskan, praktik diskriminatif ini tak berlaku di rute lain. “Saya pernah naik Batik Air ke Bangkok dan Penang, tak ada penimbangan serupa. Sasaran mereka jelas, para TKI yang berwajah lugu,” tegasnya, seolah menusuk jantung persoalan. Ia membayangkan, puluhan orang menjadi santapan empuk kecurangan Batik Air di setiap penerbangan.

 

Api amarah Emron Pangkapi memuncak. Ia tak hanya menuntut investigasi terhadap kejahatan berjubah maskapai ini, melainkan juga pencabutan izin terbang Batik Air Malaysia ke Indonesia. “Kejahatan ini bukan sekadar merugikan TKI, tapi adalah penghinaan kolektif terhadap martabat bangsa Indonesia,” serunya, seolah menggenggam bara api keadilan.

 

“Hubungan baik pemerintah Indonesia – Malaysia, yang selama ini terjalin erat, tercoreng oleh ulah maskapai jahat, jenayah, dan bedebah ini,” pungkas Emron, melontarkan kata-kata tajam yang menusuk hingga ke ulu hati.

 

Surat terbuka ini menjadi mercusuar harapan bagi para TKI yang selama ini menjadi korban bisu. Akankah Menteri Perhubungan RI mendengar gemuruh hati rakyatnya dan bertindak tegas? Hanya waktu yang akan menjawab. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.