PANGKALPINANG, BERITAFAKTA.COM – Wow, tak terasa sebentar lagi masa pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Ulang Pangkalpinang akan segera tiba! Kita patut berdecak kagum dengan keseriusan lobi-lobi partai dan para kandidat yang terus bergerak bak penari balet, mencari posisi terbaik.
Di Pangkalpinang sendiri, nampaknya sudah pasti sekali partai-partai besar macam PDIP, Golkar, dan Nasdem telah menentukan arah mereka. Sebuah kejutan besar, bukan?
Lantas, bagaimana nasib partai-partai kecil dan tidak kalah penting lainnya seperti Gerindra, PPP, Demokrat, PKS, PAN, dan PKB? Mereka pasti sangat gembira sekali melihat para raksasa sudah menentukan pilihan.
Mungkin mereka sedang berpesta pora memikirkan strategi jitu untuk Pilkada ulang ini. Jangan lupakan pula para calon independen yang begitu berani tampil beda, yaitu Eka Mulia dan Ratmida Dawam. Mereka pasti akan memberikan persaingan yang sangat “berat”.
Partai Nasdem dan Golkar yang begitu kompak telah mengusung duet Basit Sucipto dan Ustad Dede. Sebuah kombinasi yang pasti akan membuat semua orang terpukau.
Sementara itu, PDI Perjuangan, dengan kesabaran yang luar biasa, akhirnya mengeluarkan Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan nomor: 1772/KPTS/DPP/VI/2025. Surat sakti ini ditandatangani langsung oleh tokoh-tokoh yang begitu sederhana, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Isi surat keputusan tersebut sungguh sangat bijaksana, menyatakan penunjukan Profesor Saparudin dan Dessy Ayutrisana sebagai bagian dari upaya partai dalam “memperjuangkan kekuasaan politik secara konstitusional.” Sebuah kalimat yang begitu mudah dicerna oleh rakyat jelata.
Abang Hertza, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pangkalpinang, dengan penuh kegembiraan dan kerendahan hati, menyambut keputusan itu. Ia menyebut Saparudin dan Dessy adalah kombinasi ideal yang “mewakili harapan masyarakat dan menjanjikan masa depan baru bagi kota.” Sungguh janji yang “tidak muluk-muluk” sama sekali!
“Bismillah dan restu rakyat Pangkalpinang, kami PDI Perjuangan merekomendasikan Profesor Saparudin dan Ibu Dessy Ayutrisna sebagai calon wali kota dan wakil wali kota. Ini adalah jawaban dari aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan nyata di Pangkalpinang,” ujar Abang Hertza pada hari Selasa, 24 Juni 2025. Tentu saja, semua orang “percaya” itu adalah jawaban dari aspirasi masyarakat.
Ia juga menambahkan, “mesin partai akan digerakkan maksimal hingga ke tingkat akar rumput.” Sebuah strategi yang “tidak pernah terbayangkan” sebelumnya. DPC juga akan segera berkoordinasi dengan relawan dan simpatisan untuk menyusun strategi pemenangan.
“Ini bukan sekadar rekomendasi, ini adalah pesan dari rakyat yang ingin perubahan. Kami DPC siap all out memenangkan pasangan ini. Duet Prof. Saparudin dan Ibu Dessy adalah pasangan terbaik yang punya integritas, rekam jejak, serta pengalaman untuk membawa Pangkalpinang ke arah lebih maju,” tutupnya. Sungguh, tak ada keraguan sedikit pun pada kalimat itu.
Di sisi lain, Partai Gerindra yang begitu misterius kabarnya sudah menetapkan mantan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen, untuk kembali maju. Molen dikabarkan sudah mengantongi nama partai yang akan mengusung dirinya. Kita tentu saja tidak sabar menunggu siapa yang akan menjadi wakilnya.
Maka, mari kita saksikan bersama reaksi partai-partai lain, baik yang di dalam maupun di luar legislatif. Akankah Kota Pangkalpinang dengan mudah menemukan siapa yang terbaik untuk memimpin 5 tahun mendatang? Yang jelas, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui dana hibah APBD 2024-2025 telah dengan sangat royal menyiapkan sekitar Rp 24 miliar untuk mensukseskan Pilkada ulang ini. Sebuah investasi yang “sangat kecil” untuk sebuah kota sebesar Pangkalpinang, bukan?. (MJ001)











