PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, meresmikan Dhammasala sekaligus mengukuhkan Uposathagara di Vihara Bangka Dhammaram, Kota Pangkalpinang, pada Minggu (5/7).
Hadir mendampingi Dirjen Bimas Buddha dalam prosesi sakral tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Pril Marori, bersama Pembimbing Masyarakat Buddha, Sakiyo.
Rangkaian acara yang berlangsung khidmat ini menandai babak baru bagi umat Buddha di Bangka Belitung. Kehadiran rumah ibadah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ritual keagamaan, melainkan juga pusat sosial, pendidikan, dan simbol keharmonisan antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Vihara Bangka Dhammaram, Tuti Hotama, menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur, panitia, serta relawan. Menurutnya, berdirinya vihara ini merupakan buah dari kerja keras dan gotong royong yang luar biasa.
Senada dengan Tuti, Tokoh Agama Buddha, Bhante Wongsin, menceritakan bahwa perjalanan panjang pembangunan awal vihara ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2007. Namun, pembangunan intensif Vihara Dhammaram ini diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
“Vihara ini tidak akan berdiri jika tidak ada donatur. Ini adalah kekuatan yang luar biasa dan membawa kebanggaan bagi Babel. Ke depan, tempat ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, sekolah, kreativitas, dan wadah bakat generasi muda,” ujar Bhante Wongsin.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Mrs. Hathaichanok Riddhagni Frumau. Kehadirannya memberikan makna historis yang mendalam, mengingat bulan Juli ini bertepatan dengan momen penting peringatan 50 tahun pengabdian misi Dhamma Duta (utusan Dhamma) saat Thailand pertama kali mengirimkan Bhikkhu ke Indonesia.
“Momen sakral ini merupakan tonggak sejarah dalam melestarikan Dhamma dan menetapkan batas sima (wilayah suci). Peresmian ini mencerminkan kerja sama yang erat serta menjadi simbol abadi persahabatan antara Kerajaan Thailand dan Republik Indonesia,” ungkap Mrs. Hathaichanok.
Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kota Pangkalpinang. Walikota Pangkalpinang menegaskan bahwa kota ini adalah rumah bagi semua umat yang menjunjung tinggi kedamaian, harmoni, dan kemajuan bersama.
“Pemkot Pangkalpinang berkomitmen penuh menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat toleransi. Kami berharap vihara ini tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter, nilai kebajikan, bahkan sebagai destinasi wisata religi baru,” sebut Walikota.
Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi, dalam arahannya menekankan signifikansi spiritual dari dua bangunan yang diresmikan tersebut.
“Uposathagara dan Dhammasala adalah dua bangunan yang sangat bermakna untuk membangun moralitas. Uposathagara mengukuhkan kesucian ibadah, sementara Dhammasala menjadi tempat umat melatih diri dan melaksanakan kebajikan. Mari kita mulai dengan hal-hal baik untuk mendukung pemerintah dalam merawat kerukunan,” tegas Supriyadi.
Di sela-sela kegiatan, Plt. Kakanwil Kemenag Babel, H. Pril Marori, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan dan persatuan yang ditunjukkan oleh umat Buddha di Pangkalpinang. Ia menekankan pentingnya menjaga esensi rumah ibadah sebagai pilar kedamaian.
“Kami dari jajaran Kanwil Kemenag Babel mengucapkan selamat atas pengukuhan dan peresmian ini. Kehadiran Vihara Bangka Dhammaram dengan fasilitas yang representatif ini harus menjadi energi positif, bukan hanya bagi umat Buddha, tetapi juga untuk merawat toleransi yang sudah mengakar kuat di Bumi Serumpun Sebalai,” ujar Pril Marori saat ditemui media.
“Kementerian Agama akan terus hadir memfasilitasi dan mendukung setiap upaya umat dalam meningkatkan kualitas spiritualitasnya. Mari kita jaga bersama rumah ibadah ini sebagai tempat memancarkan kasih sayang dan kedamaian,” tambahnya.
Sebagai simbol legalitas dan kelanjutan operasional tempat ibadah, agenda dilanjutkan dengan penyerahan pembaruan tanda daftar rumah ibadah agama Buddha oleh Dirjen Bimas Buddha kepada pengurus vihara, yang kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti pembangunan Vihara Bangka Dhammaram. (Gema)










