Jadi Pembina Apel, Pembimas Katolik Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Ketangguhan ASN Kemenag Babel

oleh -90 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar apel pagi rutin di halaman kantor pada Senin (04/05). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai ini dipimpin oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik, Gregorius Heri Eko Prasojo, yang bertindak sebagai Pembina Apel.

 

banner 336x280

Ada yang unik dalam amanat kali ini. Heri mengawali arahannya dengan balutan humor melalui kisah sepasang suami istri lanjut usia. Ia menceritakan betapa tetangga mereka yang masih muda merasa heran sekaligus kagum melihat sang kakek selalu memanggil istrinya dengan sebutan mesra, seperti “sayangku” dan “cintaku”.

 

“Saat ditanya rahasianya, sang suami menjawab jujur bahwa ia sebenarnya sudah lupa nama istrinya. Namun, ia memilih memanggilnya dengan sebutan mesra agar hubungan tetap terjaga dan tidak rusak,” ujar Heri disambut tawa ringan para peserta apel.

 

Dari kisah jenaka tersebut, Heri menarik benang merah ke dunia kerja dengan menekankan bahwa dalam kondisi apa pun—bahkan dalam keterbatasan, seorang ASN harus tetap inovatif dan kreatif mencari cara-cara baru.

 

Ia menegaskan bahwa inovasi tersebut haruslah menjadi solusi yang mampu memecahkan kebuntuan tugas serta memberikan dampak positif yang nyata bagi pengembangan diri sendiri.

 

Lebih jauh lagi, kreativitas yang muncul diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi instansi dalam meningkatkan performa organisasi serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Menutup amanatnya, Heri membagikan kisah inspiratif kedua tentang seorang pria yang diperintahkan mendorong sebuah batu besar di belakang rumahnya. Setelah sekian lama, pria tersebut kecewa karena batu itu tidak bergeser sedikit pun.

 

Namun, pemberi perintah menjelaskan bahwa tujuannya bukanlah memindahkan batu, melainkan proses mendorongnya. Hasilnya, tanpa disadari, tubuh pria tersebut menjadi kekar dan kuat karena latihan rutin tersebut.

 

Heri menganalogikan kisah ini dengan tantangan di dunia kerja. Ia berpesan bahwa tidak semua permasalahan rumit harus selesai saat itu juga, terutama jika memang di luar kendali manusia.

 

“Dalam dunia kerja, kita terkadang menghadapi masalah yang sangat sulit diselesaikan. Namun, dengan terus menghadapi dan mencoba memecahkannya, secara tidak langsung kita sedang dibentuk untuk berkembang dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh,” pungkasnya. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.