PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui menunjukkan komitmen nyata dalam penguatan ketahanan keluarga dan literasi keagamaan melalui peluncuran program The MOST (Move For Sakinah Maslahat) KUA. Rangkaian kegiatan yang bertepatan dengan momentum Joyful Ramadan Mubarak 1447 H ini dilaksanakan secara simultan di tiga lokasi berbeda pada Kamis (12/03).
Program The MOST dirancang sebagai gerakan jemput bola guna memastikan pesan-pesan kemaslahatan umat tersampaikan secara efektif kepada berbagai lapisan generasi, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.
Dalam pelaksanaan kali ini, KUA Rangkui membagi intervensi layanannya ke dalam tiga skema besar:
1. Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTsN 1 Pangkalpinang
Menyasar para siswa di tingkat madrasah, kegiatan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai pendewasaan usia perkawinan dan bahaya pergaulan bebas. Melalui pendekatan yang interaktif, para penyuluh menekankan pentingnya perencanaan masa depan dan menjaga kesehatan reproduksi sebagai fondasi menuju generasi emas yang berkualitas.
2. Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) di Universitas Muhammadiyah Pangkalpinang
Bertempat di lingkungan akademis, KUA Rangkui menyasar kalangan mahasiswa yang secara usia telah memasuki fase persiapan menuju jenjang pernikahan. Materi yang disampaikan mencakup aspek psikologi keluarga, pengelolaan finansial rumah tangga, hingga kesiapan spiritual. Tujuannya adalah meminimalisir angka perceraian dini dengan membekali calon pengantin dengan wawasan yang komprehensif.
3. Bimbingan Keluarga Sakinah (BKS) di Aula KUA Rangkui
Sebagai pusat koordinasi, Aula KUA Rangkui menjadi saksi bimbingan bagi pasangan keluarga untuk memperkuat nilai-nilai moderasi dan sakinah dalam rumah tangga. Diskusi dalam BKS ini lebih banyak mengulas tentang resolusi konflik internal keluarga dan pola asuh anak yang berlandaskan kemaslahatan.
Kepala KUA Rangkui, Makmur Hidayat menegaskan bahwa pemilihan nama The MOST bukan sekadar akronim, melainkan sebuah filosofi gerak (move) untuk menciptakan dampak maksimal bagi masyarakat. Pelaksanaan di tengah bulan suci Ramadan 1447 H juga dianggap sebagai momentum krusial untuk melakukan refleksi diri dan pembersihan niat dalam membangun institusi terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.
”Kami ingin memastikan bahwa KUA tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat mencatat nikah, tetapi sebagai pusat edukasi dan bimbingan yang bergerak aktif (mobile) menjangkau masyarakat di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Senada hal tersebut, Ustazah Muthmainnah mengungkapkan program ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan semua pegawai KUA Rangkui, baik penghulu, penyuluh, dan staf. Dengan adanya program ini, KUA Rangkui berharap dapat membangun ekosistem masyarakat yang tidak hanya religius secara ritual, tetapi juga tangguh secara sosial dan mental, selaras dengan spirit Ramadan yang penuh keberkahan. (Imelda)










