Bekali Catin, Kemenag Pangkalpinang Bedah Psikologi Pernikahan di Kelas Online

oleh -118 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Guna membekali para calon pengantin (catin) dengan kesiapan mental yang matang, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan Kelas Online Pranikah secara virtual pada Kamis (12/03). Kegiatan ini menghadirkan Kun Anifah Windusari, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang yang bertugas di KUA Gerunggang, sebagai narasumber utama.

 

banner 336x280

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Perkuat Psikologi Calon Pengantin,” Kun Anifah menekankan bahwa pernikahan merupakan sebuah proses berkelanjutan yang memiliki berbagai tahapan dengan tantangan yang berbeda-beda. Ia menggarisbawahi pentingnya pemahaman terhadap tantangan ini agar pasangan tidak mudah menyerah saat menghadapi konflik di kemudian hari.

 

“Komitmen adalah kunci utama, di mana suami dan istri harus memandang pernikahan sebagai mitsaaqan ghalizhan atau janji yang sangat kokoh,” ujar Kun Anifah dalam materinya. Ia merincikan tiga komponen utama dalam hubungan pernikahan yang harus dijaga keseimbangannya, yaitu:

– Komitmen: Pandangan bersama terhadap kekokohan ikatan pernikahan.

– Kedekatan Emosi: Munculnya rasa kasih sayang, mawaddah, dan warahmah sebagai pasangan jiwa.

– Gairah: Dorongan untuk mendapatkan kepuasan seksual yang halal dalam bingkai pernikahan.

 

Selain itu, Kun Anifah membedah “5 Pilar Keluarga Sakinah” yang menjadi landasan keharmonisan rumah tangga, meliputi prinsip berpasangan (zawaj), janji kokoh (mitsaqan ghalizhan), memperlakukan pasangan secara bermartabat (mu’asyaroh bil-ma’ruf), musyawarah, dan meyakini bahwa ridha Allah bergantung pada keridhaan pasangan.

 

Ia juga mengingatkan para peserta untuk waspada terhadap empat sikap penghancur hubungan, yakni sikap menyalahkan atau kritik pedas, membenci dan merendahkan, membela diri dengan mencari alasan, serta sikap mendiamkan atau abai (stonewalling). Sebagai solusinya, ia memperkenalkan konsep “Rekening Bank Hubungan,” di mana setiap pasangan harus memperbanyak “setoran” berupa tindakan baik dan mengurangi “penarikan” atau sikap yang menyakiti.

 

Kepala DPPPAKB Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyambut positif kegiatan ini. Kelas online tersebut diharapkan dapat memberikan bekal edukasi yang komprehensif bagi calon pengantin di Kota Pangkalpinang agar mampu membangun keluarga yang tangguh, sakinah, mawaddah, dan warahmah di tengah dinamika zaman. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.