Ikhtiar Harwendro Adityo Dewanto: Menenun Harapan Ekonomi Babel dari Meja Buka Puasa

oleh -480 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM  – Di tengah hangatnya suasana Ramadan, sebuah pesan optimisme berhembus dari ruang pertemuan Hotel Aston Pangkalpinang, Rabu (11/3/2026). Harwendro Adityo Dewanto, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) sekaligus Komisaris Utama PT Mitra Stania Prima (MSP), menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama anak yatim piatu serta awak media.

 

banner 336x280

Bukan sekadar seremonial tahunan, momen ini menjadi panggung kejujuran bagi Harwendro untuk mengupas tuntas dinamika pertimahan yang sempat “terseok” pasca-kejadian 271.

 

Dengan gaya bahasa yang lugas namun menyentuh, ia memaparkan fakta di balik layar perjuangannya memulihkan urat nadi ekonomi Serumpun Sebalai.

 

Harwendro tidak menampik bahwa badai hukum dan sentimen negatif global sempat membuat ekonomi Bangka Belitung (Babel) “sesak napas”.

 

“Sejak kejadian 271, ekonomi kita sempat berada di angka 0,77% terendah kedua se-Indonesia. Berita negatif itu terdengar hingga LME (London) dan Shanghai,” ungkap Harwendro di hadapan para jurnalis.

 

Namun, fakta hari ini bicara lain. Melalui inisiatifnya mengumpulkan kembali para pelaku smelter bahkan hingga ke negara tetangga demi menjaga sensitivitas situasi kala itu ekonomi Babel kini mulai merangkak naik ke angka 5-6% pada periode 2024-2025

 

Meski sempat “terpukul” secara personal karena tidak terpilih dalam kontestasi legislatif lalu, Harwendro menunjukkan sikap gentleman. Baginya, janji kepada masyarakat bukanlah komoditas politik, melainkan hutang moral yang harus dilunasi.

 

“Saya punya tanggung jawab moral. Walaupun tidak terpilih, saya sudah terlanjur berucap untuk membantu masyarakat. Melalui amanah sebagai Ketua AETI, inilah kesempatan saya membuktikan janji tersebut,” tegasnya.

 

Ada cerita haru yang menjadi bahan bakar kebangkitan Harwendro. Di saat ia nyaris memilih untuk “rehat” dan fokus pada bisnisnya di Bali atau Kalimantan, harapan seorang karyawan yang ingin menikah menjadi titik balik.

 

“Kala itu, banyak pengurus yang diperiksa, sisa saya sendiri. Ketika karyawan saya bilang mereka masih percaya 100% kepada saya demi masa depan keluarga mereka, di situlah momen saya untuk kembali bangkit. Saya merasa kembali memiliki ‘nyawa’ untuk berjuang,” kenangnya.

 

Menutup perbincangan, Harwendro melempar visi besar yang menjadi dambaan para sepuh dan penambang timah nasional. Selama ini, Indonesia sebagai eksportir nomor satu dunia masih menjadi price taker yang mengekor harga London (LME) atau Shanghai (SMM).

 

Menjadikan Indonesia sebagai price maker (penentu harga) timah dunia dalam 1-2 tahun ke depan. Mengoptimalkan potensi satu-satunya mineral yang paling berpeluang menentukan arah pasar global dibanding nikel.

 

Acara buka puasa ini menjadi bukti bahwa di balik deretan angka statistik dan investasi triliunan, ada denyut kemanusiaan dan keberanian untuk tetap berdiri tegak demi kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.