Gebrakan Nasional dari Negeri Serumpun Sebalai: Kemenag Babel Hadirkan AI Sebagai Jantung Baru Pembelajaran PAI

oleh -280 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis), resmi meluncurkan terobosan baru dalam dunia pendidikan. Inovasi tersebut diwujudkan melalui Webinar Nasional bertajuk “Cerdas Merencanakan Pembelajaran: Integrasi Kecerdasan Artifisial Dalam Menyusun Perencanaan Pembelajaran PAI di Sekolah” yang digelar secara daring pada Rabu (13/05/2026).

 

banner 336x280

Antusiasme peserta terlihat luar biasa dengan kehadiran 736 partisipan yang bergabung via Zoom Meeting. Peserta tersebar lintas provinsi di seluruh Indonesia, mulai dari ujung barat di Aceh hingga wilayah timur di Papua. Agenda ini menghadirkan dua pakar yang juga pengelola Klik Media dan aplikasi Ruang Belajar PAI, yakni Dr. Abdul Muis, M.Pd.I. (Guru PAI SMAN 1 Yosowilangun) dan Dr. Suwari, M.Pd. (Pengawas Cabdin Jember).

 

Dalam laporan pelaksanaannya, Kepala Bidang Papkis, H. Tri Edy Kesumoraharjo, menekankan bahwa tema ini diangkat sebagai respon terhadap urgensi transformasi digital dalam sistem pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari kehidupan pendidikan modern.

 

“Guru tidak lagi hanya berperan sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi juga sebagai fasilitator, mediator, sekaligus penggerak yang adaptif. Artificial Intelligence (AI) hadir sebagai pendamping guru untuk menyusun perencanaan yang lebih sistematis, efektif, dan berbasis data,” ujar Tri Edy.

 

Ia menambahkan bahwa webinar ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama yang meliputi penguatan moderasi beragama, transformasi digital, serta peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI).

 

Plt. Kepala Kanwil Kemenag Bangka Belitung, H. Pril Marori, yang membuka acara secara resmi, menyoroti pergeseran peran guru di era informasi. Menurutnya, di tengah kemudahan akses digital, guru memegang tanggung jawab strategis sebagai kurator informasi bagi peserta didik.

 

“Guru PAI harus adaptif. Jangan sampai peserta didik menerima informasi yang keliru atau bertentangan dengan nilai moral karena kita tertinggal dalam digitalisasi,” tegas Pril Marori dalam arahannya.

 

Beliau juga mengingatkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah pondasi utama untuk membentuk karakter peserta didik secara utuh. Fokus pendidikan saat ini bukan sekadar menghafal informasi, melainkan membekali aset bangsa, mulai tingkat SD hingga SMA dengan akhlakul karimah dan kedalaman spiritual.

 

Selama sesi materi, peserta dibekali dengan perubahan pola pikir (mindset) terkait urgensi perencanaan pembelajaran, pengenalan alat-alat AI, hingga praktik langsung penyusunan perangkat modul ajar serta implementasinya dalam proses pembelajaran di sekolah.

 

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah para guru mampu mengimplementasikan konsep deep learning (pembelajaran mendalam) di satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak lagi bersifat monoton, melainkan menjadi ruang yang inspiratif, moderat, dan mampu membangkitkan nalar kritis peserta didik di seluruh penjuru nusantara. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.