Gebrakan Baru, AGPAII Usung ‘Pembelajaran Berbasis Cinta’ bagi Guru PAI

oleh -854 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kartika Sari, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional AGPAII yang dilaksanakan secara daring pada Senin (16/03).

Pertemuan virtual tersebut menjadi momentum strategis bagi organisasi untuk mempertegas komitmen dalam mengawal eksistensi sekaligus profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam di seluruh Indonesia.

banner 336x280

 

Kartika Sari menjelaskan bahwa Rakornas kali ini menekankan pentingnya konsolidasi organisasi yang solid, mulai dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah. Menurutnya, kesatuan langkah para pendidik agama sangat krusial dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berkembang.

Ia menegaskan bahwa AGPAII harus terus memperkuat simpul-simpul organisasi agar mampu menjalankan peran strategisnya.

“AGPAII bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan dalam melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi guru PAI di lapangan,” ujarnya.

Isu kesejahteraan guru PAI juga menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam Rakornas tersebut. Kartika menyampaikan bahwa hasil pertemuan menekankan perlunya perhatian yang lebih serius dari pemerintah terkait status dan pemenuhan hak-hak guru, baik yang berstatus ASN maupun Non-ASN, demi menjamin keberlangsungan pendidikan agama yang berkualitas.

 

Selain membahas persoalan kesejahteraan, Rakornas juga merumuskan terobosan dalam peningkatan kompetensi guru melalui rencana pelaksanaan Training of Trainer (TOT). Program ini direncanakan akan dilaksanakan di setiap DPW dengan mengusung paradigma baru, yaitu Pembelajaran PAI Berbasis Cinta.

“Melalui program TOT ini, kita berharap guru PAI mampu menghadirkan wajah agama yang sejuk, ramah, dan inspiratif di ruang-ruang kelas. Pembelajaran berbasis cinta akan membantu siswa menyerap nilai-nilai spiritual secara lebih bermakna dan menyenangkan,” tambahnya.

Rakor yang berlangsung secara produktif tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk aksi nyata di tingkat provinsi, sehingga peran guru PAI sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi bangsa dapat terus diperkuat. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.