PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, memimpin rapat koordinasi (rakor) strategis mengenai implementasi Ekoteologi. Kegiatan yang berfokus pada pelestarian alam tersebut berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor pada Selasa (02/06).
Rapat krusial ini dihadiri oleh jajaran pejabat fungsional dan struktural di lingkungan Kemenag Pangkalpinang, antara lain Kasubbag TU, Plt. Kasi Bimas Islam, Pengawas, serta perwakilan penyuluh.
Dalam arahannya, H. Firmantasi menekankan pentingnya kontribusi nyata dari seluruh elemen Kemenag dalam menjaga kelestarian alam melalui pendekatan keagamaan dan lingkungan (Ekoteologi). Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penanganan komprehensif terhadap permasalahan sampah, khususnya penekanan pada pengurangan sampah plastik.
“Kita harus membangun budaya kerja baru yang peduli lingkungan. Implementasi Ekoteologi ini akan diawali dari internal lingkungan rumah tangga, kantor Kemenag, Madrasah, hingga Kantor Urusan Agama (KUA),” ujar Firmantasi.
Sebagai langkah konkret, Kemenag Kota Pangkalpinang resmi menginisiasi “Gerakan Kemenag Pangkalpinang Asri Tanpa Plastik”. Untuk menyukseskan program ini, dalam waktu dekat akan dibentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang bertugas mengawal jalannya gerakan tersebut secara berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, Kemenag Pangkalpinang tengah menyusun draft Memorandum of Understanding (MoU) untuk membangun kerja sama resmi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Pihaknya juga berkomunikasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang dan berencana mengundang instansi tersebut dalam rakor lanjutan untuk menyelaraskan program kerja di lapangan.
Di internal lingkungan kerja, penataan manajemen sampah akan diperketat melalui penyediaan bak sampah organik dan anorganik secara terpisah, sehingga setiap pegawai dapat langsung memilih dan memilah sampah mereka. Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan dikelola agar bernilai ekonomis, didukung dengan rencana pengadaan mesin penghancur sampah. Selain itu, budaya kerja baru akan diterapkan dengan mewajibkan seluruh pegawai membawa bekal makanan dan minuman sendiri guna mewujudkan lingkungan kantor yang benar-benar bebas dari sampah plastik.
Program Ekoteologi ini dipastikan tidak hanya bergulir di internal aparatur sipil negara, melainkan juga menyasar masyarakat luas. Kemenag Pangkalpinang akan menggerakkan para penyuluh agama dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pangkalpinang, Pengawas serta penghulu untuk masif menyosialisasikan gerakan ini, dengan turut melibatkan anak-anak madrasah sebagai agen perubahan sejak dini.
Melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan edukasi, dan aksi nyata ini, Kemenag Kota Pangkalpinang berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta lestari. (Imelda)










