PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Harapan pelaku UMKM asal Bangka Belitung untuk memperkenalkan produk lokal ke kancah regional harus terhambat oleh kendala logistik. Sebanyak 20 paket produk Gula Kelapa AYCO dilaporkan mengalami kerusakan parah saat dikirim menggunakan jasa ekspedisi JNE dari Pangkalpinang menuju Palembang, Sumatera Selatan.
Produk-produk tersebut sedianya akan dipamerkan dalam ajang Ramadan Fair yang diselenggarakan di salah satu mal terbesar di Kota Palembang. Akibat kerusakan ini, pihak AYCO terpaksa mengurungkan niat untuk memajang produk sampel tersebut, yang sekaligus memupus peluang promosi di pasar Sumatera Selatan.
Kronologi Kerusakan Barang
Owner Gula Kelapa AYCO, Ahmad Wahyudi, menyatakan kekecewaannya saat ditemui di kantor JNE Jalan Baru, Pangkalpinang, Selasa (10/3/2026). Ia menyayangkan penanganan barang oleh oknum ekspedisi yang dinilai tidak profesional, mengingat produk tersebut merupakan instrumen penting untuk pengembangan sayap bisnis industri olahan kelapa asal Bangka.
“Barang dikirim dari Pangkalpinang dalam kondisi baik, namun sampai di Palembang justru rusak. Ini adalah produk baru yang kami siapkan sebagai andalan ekonomi pasca-tambang. Kerusakan ini jelas menghambat langkah kami untuk membawa produk bunga mayang kelapa ini ke tingkat internasional,” ujar Ahmad Wahyudi.
Respons Pihak Ekspedisi
Saat melaporkan kerusakan ke kantor JNE, Ahmad mengaku hanya diminta mengisi formulir data komplain tanpa ada kejelasan tindak lanjut yang konkret. Pihak ekspedisi berdalih bahwa barang tersebut tidak diasuransikan atau tidak menggunakan packing kayu.
Namun, bagi pelaku UMKM, alasan tersebut dirasa tidak sebanding dengan dampak kerugian imateriel berupa hilangnya kesempatan promosi di pameran besar.
Harapan Pelaku UMKM Bangka Belitung
Ahmad Wahyudi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi perusahaan ekspedisi, khususnya JNE, agar lebih profesional dan memberikan perlakukan yang lebih baik terhadap produk-produk UMKM lokal.
“Kami berharap JNE dapat lebih profesional dalam melayani, terutama bagi pelaku UMKM. Jangan sampai kejadian serupa terulang kepada UMKM lain. Promosi adalah kunci bagi kami agar mampu bersaing dengan provinsi lain dan menjadi produk andalan ekspor di masa depan,” tegasnya.
Gula Kelapa AYCO sendiri merupakan salah satu produk potensial dari Bangka Belitung yang sedang gencar melakukan ekspansi pasar. Kerusakan logistik seperti ini dianggap sebagai hambatan serius bagi program hilirisasi produk pertanian lokal yang sedang digalakkan di wilayah tersebut. (4WD)












