Dugaan Penggelapan Dana Atribut Siswa, Kepala MAN 1 Pangkalpinang Buka Suara dan Upayakan Penyelesaian Internal

oleh -681 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA — Dugaan penggelapan dana pembayaran atribut sekolah yang melibatkan mantan pegawai koperasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang memicu keresahan para orang tua murid. Pasalnya, ratusan siswa termasuk beberapa yang telah dinyatakan lulus dilaporkan belum menerima atribut sekolah meski telah melakukan pelunasan pembayaran.

 

banner 336x280

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala MAN 1 Pangkalpinang, Sulaiman, memberikan klarifikasi terkait langkah penanganan dan posisi pihak sekolah atas kendala penyaluran atribut seperti jas, seragam olahraga, baju muslim, dan batik.

 

Sulaiman menegaskan bahwa peristiwa tersebut bermula sebelum masa jabatannya dimulai. Pihak sekolah saat ini terus melakukan inventarisasi data penerimaan barang dan bukti kuitansi pembayaran milik para siswa.

 

“Kejadian ini saat saya belum masuk (menjabat). Ketika saya masuk, masalah ini sudah dihadapkan. Kami kaget saat mengetahui nominal kerugian yang beredar mencapai sekitar Rp172 juta. Kami sendiri tidak mengetahui dari mana rincian angka tersebut muncul karena sebagian besar transaksi memegang kuitansi masing-masing,” ujar Sulaiman saat ditemui di lingkungan MAN 1 Pangkalpinang, Jum’at Jumat (7/8).

 

Ia menambahkan, pihak sekolah terus mendorong agar mantan pegawai koperasi yang bersangkutan segera mengembalikan dana atau menyelesaikan kewajiban penyediaan atribut kepada orang tua siswa. Dalam waktu dekat, manajemen sekolah berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan konfrontasi data.

 

“Rencananya hari Senin kami panggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Kami minta tolong selesaikan dan kembalikan uang orang tua siswa secepatnya. Jika ada iktikad baik, sebagian ada yang dicicil atau dikembalikan,” tegasnya.

 

Terkait dengan desakan agar kasus ini dibawa ke jalur hukum maupun keterlibatan instansi pembina seperti Kementerian Agama (Kemenag), Sulaiman menjelaskan bahwa sekolah masih memprioritaskan penyelesaian secara internal demi menjaga nama baik lembaga pendidikan.

 

“Kami berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu di internal sekolah. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan hak anak-anak dan menjaga nama baik sekolah. Jika penyelesaian internal tidak memunculkan solusi, baru keputusan bersama kawan-kawan akan menentukan langkah berikutnya,” tutup Sulaiman. (Yuko)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.