PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Kasus dugaan penggelapan dana atribut siswa senilai Rp172 juta di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang hingga kini belum menemui titik terang. Kasus yang bergulir hampir satu tahun tersebut memicu kekecewaan mendalam dari para orang tua murid lantaran pihak sekolah dinilai membiarkan permasalahan ini berlarut-larut tanpa penanganan tegas.
Berdasarkan data yang dihimpun, dugaan penyalahgunaan anggaran ini mengemuka setelah pesanan atribut sekolah yang telah dibayarkan oleh para siswa tak kunjung terealisasi.
Mantan Kepala Koperasi MAN 1 Pangkalpinang, Lilik, yang juga merupakan guru aktif di sekolah tersebut, membenarkan adanya persoalan penyelewengan dana atribut sebagaimana yang dikeluhkan oleh para orang tua siswa. Lilik berharap Kepala MAN 1 Pangkalpinang yang baru, Sulaiman, dapat mengambil sikap tegas serta bertanggung jawab penuh dalam menyelesaikan polemik ini.
Namun, upaya konfirmasi awak media untuk mendapatkan klarifikasi dan perimbangan berita (cover both sides) justru menemui jalan buntu. Kepala MAN 1 Pangkalpinang, Sulaiman, terkesan enggan ditemui dan tidak responsif. Awak media telah berulang kali mendatangi sekolah, tetapi yang bersangkutan kerap tidak berada di tempat. Upaya komunikasi resmi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp juga tidak kunjung mendapat tanggapan.
Sikap tertutup tidak hanya ditunjukkan oleh pihak sekolah. Awak media juga telah mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kota Pangkalpinang untuk mempertanyakan lambannya penanganan serta ketiadaan verifikasi mendalam atas dugaan penyelewengan dana ratusan juta rupiah tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun langkah konkret dari Kanwil Kemenag Pangkalpinang terkait penuntasan kasus ini. (4WD)









