Dua Dekade Menuju Pengabdian: Vihara Bangka Dhammaram Peringati HUT ke-18 dan Magha Puja

oleh -1948 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Gema doa dan aroma dupa memenuhi ruang utama Vihara Bangka Dhammaram Pangkalpinang pada Minggu (8/3/2026). Ratusan umat Buddha dengan khidmat mengikuti rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Vihara Bangka Dhammaram yang disatukan dengan peringatan hari besar Māgha Pūjā.

 

banner 336x280

Acara yang dimulai sejak pagi hari ini bukan sekadar seremoni angka, melainkan simbol bertumbuhnya kedewasaan spiritual umat Buddha di Kota Pangkalpinang. Kehadiran para petinggi keagamaan menegaskan pentingnya posisi vihara ini dalam peta kerukunan umat beragama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Turut hadir dalam perayaan tersebut, Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sakiyo, beserta jajaran stafnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno, yang juga hadir didampingi jajaran staf sebagai representasi pembinaan kehidupan beragama di tingkat kota.

 

Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan institusi keagamaan di Pangkalpinang tetap terjaga solid, terutama dalam menciptakan iklim ibadah yang kondusif.

 

Perayaan HUT ke-18 kali ini terasa lebih sakral karena bertepatan dengan momentum Māgha Pūjā. Hari suci ini memperingati peristiwa saat 1.250 Arahat berkumpul tanpa undangan di hadapan Sang Buddha untuk menerima Ovada Patimokkha.

 

Dalam sambutannya, Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno, menekankan bahwa usia 18 tahun bagi sebuah rumah ibadah adalah fase untuk semakin kokoh dalam memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

 

“Momentum ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan sarana memperkuat keyakinan (Saddha) dan kebersamaan. Kami berharap Vihara Bangka Dhammaram terus menjadi sentral pembinaan moral dan tempat tumbuhnya kebijaksanaan bagi masyarakat luas,” ungkap Misno.

 

Selama 18 tahun berdiri, Vihara Bangka Dhammaram telah bertransformasi tidak hanya sebagai tempat ritual, tetapi juga pusat pendidikan nilai-nilai kemanusiaan. Misno menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan umat menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni di Kota Pangkalpinang yang majemuk.

 

Acara ditutup dengan prosesi puja dan doa bersama untuk kedamaian bangsa. Antusiasme umat yang hadir dari berbagai wilayah di Pangkalpinang menunjukkan bahwa semangat spiritualitas tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.