PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Supervisi akademik kini bukan lagi sekadar gugur kewajiban atau pelengkap berkas administrasi semata. Lebih dari itu, langkah ini dituntut menjadi ruang refleksi mendalam agar para pendidik mampu melahirkan metode pembelajaran yang segar, interaktif, dan relevan bagi siswa.
Semangat itulah yang melandasi kolaborasi Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Roswita, bersama Kepala SD Darul Adzkar Islamic School Pangkalpinang, Mita Sari. Selama tiga hari penuh, sejak 21 hingga 23 September 2026, keduanya menggelar supervisi akademik yang dirangkai langsung dengan sesi coaching bagi para guru PAI.
Tiga pendidik yang menjadi sasaran pendampingan kali ini adalah Risa Sakinah, Amelia Dewi, dan Syaripudin.
Pengawas PAI Kota Pangkalpinang, Roswita, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap supervisi. Menurutnya, evaluasi di lapangan harus bermuara pada pengembangan kapasitas guru secara nyata.
“Hasil supervisi hendaknya menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan pengembangan kompetensi guru, bukan sekadar memenuhi administrasi supervisi,” ujar Roswita pada Rabu (23/09).
Melalui pendekatan coaching, para guru tidak hanya dinilai, tetapi diajak berdialog aktif untuk mengenali potensi diri, membedah kendala di kelas, hingga merumuskan solusi perbaikan secara mandiri.
Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi mendalam selama kegiatan berlangsung, terdapat sejumlah catatan strategis yang menjadi fokus tindak lanjut pembinaan. Prioritas utama tertuju pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan inovatif guna menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, serta bermakna bagi siswa. Selain itu, upaya ini diimbangi dengan dorongan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang relevan, sekaligus pembenahan administrasi pembelajaran secara sistematis sebagai fondasi kesiapan mengajar.
Dukungan penuh juga disampaikan Kepala SD Darul Adzkar Islamic School, Mita Sari. Ia menilai sinergi antara pengawas, kepala sekolah, dan guru merupakan kunci utama dalam membangun budaya refleksi serta perbaikan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Lewat pendampingan intensif ini, para guru PAI di SD Darul Adzkar Islamic School diharapkan tak hanya makin profesional, tetapi juga mampu menghadirkan layanan pendidikan agama yang bermakna dan berdampak nyata bagi para peserta didik. (Imelda)









