Berita-Fakta—Bulan Ramadhan 1447 H membawa angin segar di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, ratusan warga binaan narkotika mendapat kesempatan istimewa: buka puasa bersama keluarga secara langsung, lengkap dengan pelukan hangat dan obrolan panjang yang selama ini hanya bisa dibayangkan.
Biasanya, pertemuan keluarga di lapas terbatas pada kunjungan singkat dan terpisah kaca.
Namun tahun ini, pihak lapas membuka ruang kebersamaan melalui program buka puasa bersama yang digelar setiap sore mulai pukul 16.30 hingga 19.00 WIB, dari awal puasa hingga menjelang Idulfitri.
Suasana haru langsung terasa. Senyum, tawa, hingga air mata haru menghiasi wajah para warga binaan saat akhirnya bisa duduk berhadapan langsung dengan orang tua, pasangan, dan anak-anak mereka. Tak sedikit yang memanfaatkan waktu terbatas itu untuk mengobati kerinduan yang terpendam berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Anak-anak kecil terlihat polos memeluk ayah atau ibu mereka, menciptakan momen emosional yang menyentuh hati siapa pun yang menyaksikan.Kepala Kantor Pengamanan dan Lapas (KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Ziko Lukita, menjelaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Lapas sebagai bagian dari pembinaan yang lebih humanis.
“Wadah ini tentunya agar warga binaan bisa lebih sering berjumpa, apalagi ini momen Lebaran. Jadi kita pertemukan mereka karena dulu mereka tidak bisa bertemu,” ujar Ziko kepada awak media.
Dengan total 876 warga binaan yang tersebar di enam blok hunian, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran agar semua mendapat kesempatan yang sama.
“Sekarang yang mendapat giliran Blok Depati Amir, besok blok lainnya. Pokoknya bergantian supaya semua bisa merasakan momen Lebaran tahun ini,” tambahnya.
Program buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan di lapas tidak hanya soal aturan ketat dan disiplin, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan dan ikatan keluarga.
Di tengah pengawasan ketat dan rutinitas harian yang monoton, Ramadhan 2026 di Lapas Narkotika Pangkalpinang berhasil menjadi jembatan yang menghubungkan kembali tali kasih yang sempat terputus oleh keadaan.
Inisiatif serupa sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM untuk memperkuat aspek pembinaan spiritual dan psikososial warga binaan, terutama di bulan suci yang penuh ampunan.












