Bukan Cuma Mengawasi, Pengawas PAI Kemenag Pangkalpinang Ikut Tulis Buku Budaya ‘Pijar Janari’

oleh -123 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA SELATAN, BERITA-FAKTA.COM — Keagungan budaya lokal Bangka Selatan kembali diabadikan dalam bentuk karya literasi yang monumental. Kartika Sari, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, menghadiri perhelatan Festival Literasi, Seminar Literasi, sekaligus Launching Buku Pijar Janari yang digelar di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (15/10/2026).

 

banner 336x280

Istimewanya, Kartika Sari tidak hanya sekadar hadir sebagai undangan, melainkan juga menorehkan tinta emas sebagai salah satu penulis dalam penyusunan buku Pijar Janari. Buku yang sarat akan nilai historis dan kebudayaan tersebut membedah ragam khazanah tradisi, kearifan lokal, serta rekam jejak kebudayaan masyarakat Bangka Selatan.

 

Kehadiran sosok pengawas PAI dalam karya antologi kebudayaan ini menegaskan sinergi yang kuat antara nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan pemeliharaan warisan budaya lokal. Lewat sumbangsih tulisan dalam Pijar Janari, Kartika menunjukkan bahwa literasi Islam dan penanaman budi pekerti tidak terpisahkan dari akar tradisi Nusantara.

 

“Keterlibatan dalam penulisan buku ini merupakan ikhtiar nyata untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap budaya Bangka Selatan. Literasi adalah jembatan yang menghubungkan warisan leluhur dengan generasi mendatang,” ujar Kartika Sari di sela-sela kegiatan.

 

Acara yang berlangsung meriah dan hangat ini makin berbobot dengan hadirnya Kang Maman (Maman Suherman), salah satu penulis dan novelis best seller nasional, yang hadir sebagai pemateri utama dalam Seminar Literasi. Dalam paparan yang inspiratif dan menggugah, Kang Maman membakar semangat ratusan peserta—mulai dari pelajar, pegiat literasi, hingga tenaga pendidik—tentang pentingnya konsistensi, empati, dan keberanian dalam mendokumentasikan kearifan lokal ke dalam bentuk tulisan.

 

Festival dan launching buku ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kebangkitan gerakan literasi di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Bangka Selatan. Melalui sinergi lintas tokoh dan lembaga, hadirnya buku Pijar Janari menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya lokal mampu terus bersinar dan menginspirasi lintas generasi. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.