Bukan Agenda Receh, Kemenag Pangkalpinang Targetkan Bersih Sampah Plastik

oleh -646 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Masalah sampah plastik bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman nyata yang membutuhkan gerakan moral bersama. Bergerak cepat merespons tantangan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang memfinalisasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) dan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang.

 

banner 336x280

Langkah strategis dalam menyukseskan program “Gerakan Kemenag Pangkalpinang Asri Tanpa Sampah Plastik” ini dimatangkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Kemenag, Kamis (11/06/2026).

 

Rapat penting ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemenag Pangkalpinang, mulai dari Kasubbag TU, Plt. Kasi Bimas Islam, Kepala KUA, Kepala Madrasah, Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), hingga Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pangkalpinang.

 

Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, menegaskan bahwa pembentukan Satgas ini jangan pernah dipandang sebelah mata. Kegiatan ini merupakan bagian dari penataan birokrasi, penanaman semangat kerja, serta warisan (legacy) untuk generasi masa depan.

 

“Jangan melihat kegiatan ini sebagai hal yang receh. Ini adalah gerakan moral. Nilai-nilai gotong royong leluhur harus terus kita tanamkan agar memberi manfaat bagi orang banyak. Terlebih, kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujar Firmantasi dalam sambutannya.

 

Firmantasi juga mengaitkan gerakan ini dengan implementasi Asta Cita, khususnya program Asta Protas Kemenag RI mengenai Ekoteologi. Menurutnya, konsep ekoteologi tidak hanya terbatas pada aksi menanam pohon, tetapi juga menjaga keselarasan kehidupan dengan aktif melindungi lingkungan dari bahaya sampah, terutama sampah plastik yang sulit terurai.

 

“Pemerintah saat ini sedang menata perekonomian negara dan melakukan efisiensi anggaran. Jika sampah tidak ditindaklanjuti, ini akan menjadi masalah besar bagi kita semua. Mengatasi ini adalah bentuk amal saleh. Kita harus mengerahkan semua potensi yang ada,” tambahnya.

 

Ketua Satgas Gerakan Kemenag Pangkalpinang Asri Tanpa Sampah Plastik yang ditunjuk, Yohanes Bosco Otto, menyatakan kesiapannya untuk segera mengeksekusi program kerja ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan moral ini sangat bergantung pada konsistensi penegakan aturan dan perubahan perilaku di lingkungan kerja.

 

“Amanah sebagai Ketua Satgas ini merupakan tanggung jawab besar. Langkah awal kita adalah memastikan finalisasi SK dan klausul MoU dengan DLH berjalan selaras. Setelah itu, Satgas akan langsung bergerak menyusun regulasi internal, mulai dari pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kantor hingga sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi,” tegas Yohanes Bosco Otto.

 

Ia juga menambahkan bahwa Satgas akan bertindak aktif dalam melakukan pengawasan dan edukasi secara berkala agar gerakan ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka.

 

Secara khusus, pimpinan Kemenag menyoroti pentingnya membentengi generasi muda, khususnya anak-anak madrasah, dengan aktivitas positif yang berdampak langsung pada alam.

 

“Anak-anak madrasah harus kita ajarkan pentingnya menjaga kebersihan alam dan bergotong royong. Jika pikiran mereka tidak diisi dengan hal-hal baik, pemikiran negatif akan mudah muncul. Mari hilangkan iri dengki dan fokus bekerja sama,” jelas Firmantasi.

 

Senada dengan Kepala Kantor, Kasubbag TU Kemenag Pangkalpinang, Eyde Tusewijaya, menyatakan bahwa modal terbesar yang dimiliki Kemenag dalam menyukseskan gerakan ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menuntut komitmen penuh dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag.

 

“Sumbangsih terbesar kita adalah SDM. Paling tidak, seluruh ASN Kemenag Pangkalpinang wajib terlibat aktif tanpa terkecuali, dan kita juga akan menggerakkan anak-anak madrasah secara masif di lapangan,” pungkas Eyde.

 

Melalui sinergi erat bersama Dinas Lingkungan Hidup yang dituangkan dalam MoU ini, Kemenag Pangkalpinang optimistis dapat menciptakan lingkungan kantor dan institusi pendidikan keagamaan yang asri, bersih, dan sepenuhnya bebas dari polusi sampah plastik. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.