BANGKA, BERITA-FAKTA.COM — Bupati Bangka, Ferry Insani, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVII DPD KNPI Kabupaten Bangka pada Sabtu (24/10). Dalam sambutannya, Ferry menegaskan pentingnya pemimpinan pemuda yang komunikatif, terbuka, serta berbasis pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Ferry mengapresiasi karakter kepemimpinan pemuda saat ini yang kritis dan berani menyuarakan gagasan (outspoken). Menurutnya, wadah organisasi pemuda seperti KNPI merupakan kawah candradimuka yang terbukti telah melahirkan banyak pemimpin nasional maupun daerah.
“Gaya komunikasi pemuda yang terbuka dan outspoken menyampaikan ide adalah hal yang positif. Komunikasi organisasi harus dinamis, dan sejarah membuktikan KNPI melahirkan figur-figur besar,” ujar Ferry di hadapan peserta Musda.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangka juga menggarisbawahi posisinya terkait indikator pembangunan daerah yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya mengenai Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) dan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
Berdasarkan fakta dan data lapangan yang dipaparkannya, Kabupaten Bangka menghadapi dua tantangan utama dalam pembangunan daerah, yakni ketersediaan infrastruktur dan kualitas SDM.
Ferry menyoroti struktur ketenagakerjaan daerah, di mana hampir 50 persen angkatan kerja masih didominasi oleh lulusan tingkat pendidikan dasar (elementary school). Kondisi tersebut berimplikasi langsung pada kualifikasi tenaga kerja serta potensi tingginya tingkat pengangguran.
“Persoalan besar kita ada dua: infrastruktur dan SDM. Hampir 50 persen angkatan kerja kita berada di tingkat pendidikan dasar. Ini tantangan riil yang harus diselesaikan bersama, termasuk melalui rekomendasi dari pemuda,” ungkapnya.
Terkait solusi pendidikan, Ferry mengevaluasi efektivitas program sekolah vokasi dan akademi komunitas yang sebelumnya dirancang untuk menyerap lulusan menengah atas. Menurutnya, persoalan mendasar pendidikan saat ini adalah adanya kecenderungan masyarakat yang lebih berorientasi pada kuantitas gelar ketimbang peningkatan kualitas kompetensi.
Ia mengkritik fenomena formalitas gelar akademik yang kerap dijadikan simbol status sosial ketimbang tolok ukur kapabilitas diri. Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik diukur dari kemampuan individu dalam memecahkan masalah dan menurunkan angka kemiskinan.
“Pendidikan kita jangan hanya mengejar kuantitas gelar tanpa muatan kualitas. Pengukuran keberhasilan sekolah yang baik itu terlihat dari dampaknya, seperti kemampuan menurunkan angka kemiskinan dan mencetak lulusan yang berdaya saing di perguruan tinggi maupun dunia kerja,” tegas Ferry.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Bangka berharap Musda ke-XVII DPD KNPI Kabupaten Bangka dapat melahirkan kepengurusan baru yang mampu menyusun rekomendasi strategis serta bermitra aktif dengan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan pengangguran dan peningkatan indeks pemuda di Kabupaten Bangka. (4WD)










